138 Warga Aru Keracunan Daging Ayam Berformalin

Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muin Sogalrey mengaku, setelah mendapat informasi dari warga dirinya langsung menghubungi Kadis Kesehatan Aru, Nita Uniplaita dan Kapus Benjina untuk melakukan penanganan medis secepatnya terhadap warga dua Desa yang keracunan tersebut.***

Dobo, cengkepala.com – Usai menghadiri hajatan baptisan keluarga Markus Matulessy sekitar pukul 15.30 WIT, sebanyak 138 warga Desa Namara dan Golili, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru mengalami keracunan usai menyantap ayam yang diduga berformalin. Warga yang keracunan tersebut adalah wanita dan anak-anak.

“Iya, kami merasa mual-mual hingga mutah usai menyantap daging ayam di hajatan baptisan saudara Markus Matulessy,”ujar Julian Pipy warga Desa Namara kepada wartawan di Dobo, Sabtu (25/08).

Sementara itu, menurut penuturan Chay Oraile, salah satu tenaga medis Pustu Namara kepada media ini via televon mengatakan, pihaknya sempat kewalahan melayani 138 warga dua Desa yang keracunan tersebut.

“Kejadian itu tiba-tiba. Namun saya bersama beberapa teman medis berusaha menangani sebatas kemampuan kami, dikarenakan keterbatasan stok obat-obatan, ”ungkap Oraile

Terpisah, Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muin Sogalrey mengaku, setelah mendapat informasi dari warga dirinya langsung menghubungi Kadis Kesehatan Aru, Nita Uniplaita dan Kapus Benjina untuk melakukan penanganan medis secepatnya terhadap warga dua Desa yang keracunan tersebut.

“Ya, setelah saya dapat info dari warga, saya langsung hubungi Kadis Kesehatan dan Kapus Kecamatan Benjina, untuk memberikan penanganan medis secara intensif,”ujar Muin.

Selain itu, pemilik Toko Blesing yang menjual daging ayam tersebut, berdalih tidak menjual ayam kepada warga Desa Namara karena stok persediaan daging ayamnya sudah habis satu minggu lalu.

“Stok ayam saya habis satu minggu lalu. Jadi, kalau warga Namara mengaku beli ayam di Toko saya itu keliru,”dalilnya.*** (Janes)

Views: 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *