Cengkepala

Dinas Kesehatan Tuntaskan Program Prioritas Walikota – Wakil Walikota Ambon

Ambon, CENGKEPALA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon menunjukkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025 dengan menuntaskan Program  Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam 17 Program Prioritas, khususnya pada poin ke-8 mengenai penyediaan layanan kesehatan berkualitas. Pencapaian ini disampaikan Kepala Dinkes Ambon, Johan F. Norimana, kepada media, Selasa (9/12/25).

Norimana menegaskan banyak indikator kesehatan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 2024. Salah satunya adalah pelayanan kesehatan ibu hamil, di mana pemeriksaan ANC dilakukan enam kali dengan pemberian tablet tambah darah. Kesadaran bersalin di fasilitas kesehatan juga meningkat, yang berdampak pada peningkatan kualitas layanan bayi baru lahir.

“Karena persalinan kini lebih banyak dilakukan di faskes, otomatis layanan bayi baru lahir juga sudah sesuai standar dan mengalami peningkatan,” ujarnya.

Pelayanan balita melalui posyandu juga meningkat, meski masih menghadapi tantangan kurangnya kedisiplinan orang tua. Semua layanan dari ibu hamil hingga lansia telah terintegrasi dalam Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan posyandu sebagai pusat layanan terdekat.

Di bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2), Ambon meraih penghargaan sebagai kota dengan capaian penemuan kasus TBC tertinggi di Provinsi Maluku pada Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025. Dinkes juga membentuk kelompok masyarakat peduli TBC “AMBEL (Ambon Bebas Tuberkulosis)” dan menginisiasi desa CKTBC di Negeri Rutong dan Hukurila.

Untuk HIV, hingga September 2025 tercatat 271 kasus dengan 180 pasien aktif menjalani pengobatan, yang ditemukan melalui kerja sama lintas sektor dengan LSM.

Dinkes juga mencatat terobosan besar dengan peluncuran pemeriksaan HPV DNA pada November 2025 yang lebih sensitif dibanding IVA. Dari 330 pasien yang diperiksa sejak 5 November, 34 di antaranya terindikasi positif kanker serviks – angka yang jauh lebih akurat dibanding pemeriksaan Januari-September yang menemukan 50 kasus dari 1.500 pasien.

Capaian imunisasi meningkat berkat kerja sama lintas sektor. Seluruh 22 puskesmas di Ambon telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan mulai Januari 2026 tak ada lagi puskesmas yang belum menjadi BLUD. Layanan gawat darurat melalui call center 112 juga terus meningkat dengan waktu respons yang lebih cepat.

Menutup keterangannya, Norimana berharap pada 2026 layanan kesehatan Ambon terus berkembang agar seluruh masyarakat merasakan manfaat yang lebih optimal. “Tujuannya satu, masyarakat Kota Ambon mendapatkan layanan kesehatan yang lebih optimal,” tutupnya.(CP_02)

Views: 3