OJK Maluku Apresiasi Media Massa, Sampaikan Perkembangan Jasa Keuangan dan Target Literasi 2025
AMBON, CENGKEPALA.COM – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku menggelar acara apresiasi kepada seluruh media partner pada Kamis (18/12/2025) di Lantai V Kantor OJK Maluku. Acara dihadiri oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku, Lex Sariwating, dan jurnalis dari berbagai media di provinsi.
Kegiatan diawali dengan pemberian materi literasi keuangan oleh Assisten Manager Bagian PEPKLMS OJK Maluku, Andi Baiz Ikram, sebelum dilanjutkan sambutan Kepala Kantor OJK Maluku, Andi Muhamad Yusuf.
Dalam sambutannya, Andi Muhamad Yusuf mengucapkan terima kasih atas kolaborasi media dalam menyebarkan informasi perkembangan industri jasa keuangan dan perekonomian Maluku. “Media bukan sekadar mitra kerja, tapi jembatan utama yang menghubungkan kebijakan kita dengan publik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, OJK Maluku telah menjangkau hampir 100.000 masyarakat melalui 379 kegiatan edukasi keuangan, yang dilaksanakan di semua 11 kabupaten kota. Mengingat karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan daerah 3D (terpencil, terluar, tertinggal), kegiatan dilakukan secara fisik dan online untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat—terutama pelaku usaha di sektor perikanan dan pertanian.
Yusuf juga menyampaikan perkembangan positif industri jasa keuangan Maluku sampai November 2025, antara lain:
– Sektor perbankan tumbuh 6,65% dengan total aset 34,37 triliun
– Penyaluran kredit mencapai 20,17 triliun (tumbuh hampir 5%)
– Rasio NPL tetap stabil di 2,78% (jauh di bawah batas aman 5%)
– Rasio intermediasi mencapai 115% (penyaluran kredit lebih besar dari penyerapan dana)
– Pasar modal tumbuh 22% dengan 21.500 investor, dan keuangan syariah mencapai akses 4,31 miliar
Meskipun demikian, ia mengakui postur kredit masih dominan untuk konsumsi, sejalan dengan struktur PDRB Maluku yang 47% berasal dari sektor konsumsi. Selain itu, transaksi perdagangan saham ilegal juga mencapai 33.400 kali dengan nilai 220,9 miliar—menjadi alasan penting untuk meningkatkan edukasi masyarakat mewaspadai tawaran merugikan.
“Kita akan mempercepat langkah tahun depan, mendatangkan media ke lapangan termasuk Kepulauan Aru yang belum terjangkau, agar informasi disampaikan dengan bahasa yang sesuai masyarakat setempat,” jelas Yusuf. Ia juga menekankan konsep “konsumen adalah wajah kita” dalam upaya meningkatkan perlindungan konsumen dan menanggapi kejahatan cyber melalui media sosial.
Pada akhir acara, OJK Maluku memberikan penghargaan dan piagam kepada seluruh media partner sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Tujuan acara ini juga untuk memperkuat silaturahmi dan menyamakan persepsi agar kolaborasi dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat, transparan, dan terpercaya semakin kokoh.(CP-01)