Peringati Hari Raja ke-6, Negeri Rutong Gelar Mini Festival “Arika Kalesang Negeri”
Ambon, CENGKEPALA.COM – Dalam rangka memperingati Hari Raja yang ke-6 tahun, Pemerintah Negeri Rutong menggelar Mini Festival “Arika Kalesang Negeri” pada Sabtu (28/2/2026). Kegiatan yang didukung oleh Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan diisi dengan berbagai rangkaian acara positif yang menyatukan kepedulian lingkungan, budaya, ekonomi, dan pendidikan masyarakat.
Rangkaian acara mencakup peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, pencanangan Gerakan Tambahan dan Gertag, festival budaya, pengenalan ekowisata sagu, peningkatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), talk show, serta berbagai kegiatan hiburan lainnya.
Raja Negeri Rutong, Rezza Rivaldo Maspaittella dalam sambutannya yang penuh semangat menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar kerja bakti, kegiatan pemungutan sampah, atau sekadar perayaan festival lingkungan hidup semata. “Hari ini adalah hari kesadaran dan hari peduli yang menjadi bagian penting dari peringatan Hari Sampah Nasional yang bertujuan untuk menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk peduli pada masalah sampah,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kondisi lingkungan yang tidak bersih bukan disebabkan oleh kurangnya fasilitas atau sarana pendukung, melainkan karena kurangnya rasa peduli dan cermin hati sebagai masyarakat.
“Jika kita menemukan orang yang membuang sampah sembarangan atau tidak peduli dengan kebersihan, itu merupakan tanda dari sikap yang mengabaikan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Jika kita secara pasif membiarkan sungai, pantai, serta kebun penuh dengan sampah, itu adalah bukti bahwa kita telah melupakan bahwa alam ini bukan milik kita sendiri yang dapat diperlakukan semaunya,” tegasnya.
Menurut Raja Rutong, alam semesta adalah titipan berharga dari Tuhan dan leluhur yang harus diwariskan kepada anak cucu. “Negeri yang bersih harus lahir dari hati yang peduli, dan hati yang peduli tersebut akan tumbuh subur dari nilai-nilai adat dan iman yang mengajarkan kita untuk hidup bersaudara dan saling menghargai,” jelasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa menjaga kebersihan negeri dan kelestarian alam adalah amanah yang tidak bisa dipilih-pilih atau ditunda-tunda. “Ini bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan, bukan hanya tugas anak-anak sekolah atau para Ketua RT dan RW, melainkan tugas mutlak seluruh orang yang tinggal dan berkembang di negeri ini, tanpa terkecuali,” katanya.
Raja Rutong menghimbau seluruh masyarakat bahwa sampah adalah musuh bersama yang merusak sumber air, mengganggu kesehatan masyarakat, dan membahayakan masa depan anak-anak.
“Marilah kita sepakat secara bulat untuk tidak pernah membuang sampah di sungai, tidak di pantai, dan tidak di kebun. Dukunglah upaya menjadikan Negeri Rutong dan Kota Ambon sebagai tempat yang indah, nyaman, dan penuh cinta yang dimulai dari hal kecil-kecil dan dari kebun serta lingkungan sekitar kita sendiri,” pinta dia.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga memberikan teguran yang penuh kasih kepada orang tua dan anak muda. “Orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga harus mengajarkan anak-anak dari rumah bahwa membuang sampah pada tempatnya adalah bagian penting dari pendidikan karakter yang akan membentuk pribadi yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Hal ini dilakukan untuk mencetak generasi masa depan negeri dan Kota Ambon yang baik, baik bagi generasi muda di Rutong, seluruh wilayah Leitimur Selatan, maupun di seluruh pelosok Kota Ambon.(CP-01)