Cengkepala

Dukung Keterlibatan Lokal, MEA Siap Jadi Penghubung Pengusaha di Proyek Blok Masela

Ambon, CENGKEPALA.COM – PT Maluku Energi Abadi (MEA) berkomitmen penuh mendukung dan mengupayakan agar pengusaha lokal dapat berperan aktif dalam proyek strategis Blok Masela. Komitmen ini disampaikan Direktur Utama sekaligus Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Maluku, Muhamad Armyn Syarif Latuconsina, usai mengikuti Focus Group Discussion bertema “Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Berbasis Peningkatan Kapasitas Penyedia Barang dan Jasa untuk Menunjang Proyek Abadi LNG” di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6/26).

Diskusi yang diselenggarakan lembaga penelitian UNPATI bekerja sama dengan Impex itu memaparkan hasil kajian yang menjadi dasar langkah ke depan. Meski mengakui kesiapan pengusaha lokal masih perlu ditingkatkan, Latuconsina menegaskan tidak ada kata menyerah. Justru, kondisi ini menjadi pemicu untuk segera bergerak.

“Kami melihat hasil kajian ini sebagai gambaran nyata agar kita tahu apa yang harus diperbaiki. Sebagai Ketua Kadin, saya mengajak seluruh pengusaha untuk memanfaatkan waktu yang ada. Selama ini kita banyak bergantung pada proyek pemerintah, namun saatnya kita bersiap menghadapi tantangan yang lebih besar,” ujarnya.

Untuk mewujudkan keterlibatan tersebut, MEA yang diberi mandat mengelola 10% bagian partisipasi pemerintah dari tiga blok, termasuk Blok Masela, siap berperan sebagai local integrator atau penghubung utama.

“Kami berperan sebagai motor penggerak. Kami akan menginventarisir potensi yang ada, memetakan kebutuhan proyek, dan memfasilitasi pengusaha lokal agar bisa memenuhi standar yang disyaratkan. Kami ingin memastikan tidak ada peluang yang terlewatkan,” jelasnya.

Upaya ini didasari potensi ekonomi yang sangat besar. Dari total nilai proyek, sekitar 26,6 persen atau setara Rp90 triliun diperuntukkan bagi konten nasional. Nilai ini diupayakan dapat diserap sebesar-besarnya oleh tenaga kerja, bahan baku, dan jasa asal Maluku selama 3–4 tahun masa pelaksanaan.

“Nilai sebesar ini harus bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah. Oleh karena itu, kami sudah mengusulkan peran MEA sebagai penghubung ini kepada DPRD dan pemerintah daerah, dan mendapat dukungan yang baik. Selanjutnya kami siapkan payung hukumnya agar jelas aturan mainnya,” tambahnya.

Selain itu, dalam kapasitas Kadin lanjutnya , Kadin Maluku juga akan secara rutin menggelar diskusi dan pelatihan, melibatkan peneliti, asosiasi usaha, dan instansi terkait. Tujuannya membantu pengusaha meningkatkan kapasitas, termasuk membuka peluang kerja sama dengan perusahaan nasional agar bisa bersaing.

“Kami tidak hanya berharap, tapi berusaha membuka jalan. Kita tidak mau menjadi penonton di negeri sendiri. Dengan persiapan yang matang dan dukungan bersama, saya yakin pengusaha lokal bisa ambil bagian dan merasakan manfaat langsung dari proyek kebanggaan Maluku ini,” pungkasnya.(CP-01)

Views: 5