Cengkepala

Muncul Dua Nama Balon Ketua , Pengurus Kecamatan Golkar Ambon Pertanyakan Konsolidasi dan Nasib Musda

Ambon, CENGKEPALA.COM – Sejumlah pengurus kecamatan, KPPG, dan AMPG mendatangi Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Ambon di kawasan Karang Panjang, Jumat (2/10/2026) sore. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan langkah konsolidasi partai serta kejelasan kelanjutan Musyawarah Daerah (Musda) pasca-terbitnya Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Kota Ambon kepada Ely Toisuta.

Rombongan tiba di sekretariat sekitar pukul 17.45 WIT dan diterima langsung oleh Sekretaris DPD II Golkar Kota Ambon, Rudy Lawalatta, bersama sejumlah pengurus lainnya. Para pengurus sebenarnya meminta bertemu langsung dengan Plt Ketua DPD, Ely Toisuta, namun beliau tidak berada di tempat karena kesibukan sebagai Wakil Wali Kota Ambon.

“Kami menghargai dan menyambut baik kehadiran teman-teman. Untuk saat ini Plt Ketua DPD, Ibu Ely Toisuta, tidak berada di tempat karena kesibukan sebagai Wakil Wali Kota Ambon. Nanti kami koordinasikan dengan beliau, baru kami sampaikan kepada perwakilan,” kata Rudy.

Ketua Kecamatan Baguala, Joseph Ruban, yang mewakili rekan-rekan pengurus menyatakan, sejak SK Plt diterbitkan, pihaknya baru satu kali bertemu dengan Ely Toisuta. Mereka meminta penjelasan sejauh mana mandat SK tersebut dijalankan untuk mengonsolidasikan internal partai, sekaligus menanyakan status Musda.

“Apakah Musda ini digelar ulang atau dilanjutkan agenda sebelumnya yang hanya diskors. Sebab, kami tetap mempertahankan bahwa Musda X hanya diskors, bukan dibatalkan,” tegas Joseph.

Dalam pertemuan itu, Joseph juga menyoroti pernyataan Ilham Sipahutar yang dinilainya membawa isu agama ke dalam dinamika internal partai. Menurutnya, hal tersebut tidak pantas terjadi di lingkungan Golkar sebagai partai nasionalis.

“Pernyataan yang disampaikan saudara Ilham Sipahutar sangat tendensius. Bagaimana mungkin dia melontarkan isu agama dalam proses ini? Tadi dia sampaikan sudah terbaca pikiran kami, bahwa Kota Ambon harus dipimpin komunitas tertentu, dan seolah-olah kami mendesain isu agama dalam proses ini,” ujarnya.

Ia menegaskan dinamika Musda seharusnya tidak diarahkan menjadi persoalan antarentitas agama. “Golkar ini partai nasionalis, bukan partai agama atau golongan tertentu. Saudara Ilham jangan menyampaikan pernyataan seperti itu. Jangan mempetakonflikan kita dalam ruang entitas agama,” tambahnya.

Senada dengan Joseph, Sekretaris Kecamatan Nusaniwe, Edwin Manusiwa, juga menyayangkan pernyataan tersebut yang dinilainya berpotensi memicu konflik di antara sesama kader. “Itu pernyataan konyol. Tidak pantas membawa isu agama dalam proses ini,” tegas Edwin.

Edwin menegaskan pihaknya sama sekali tidak pernah menggunakan isu agama dalam proses Musda. Ia juga mengingatkan bahwa Ely Toisuta sendiri terpilih sebagai anggota DPRD karena dukungan luas dari masyarakat, sehingga persoalan agama tidak seharusnya dikaitkan dengan proses kepemimpinan di partai.

Di tengah dinamika tersebut, proses penjaringan bakal calon Ketua DPD Golkar Kota Ambon mulai berjalan. Sedikitnya dua nama telah mengambil formulir pendaftaran, yakni Steven Izaac Risakotta dan Ely Toisuta. Nasib Musda serta arah konsolidasi partai selanjutnya dinantikan seluruh kader Golkar Kota Ambon.(CP-02)

Views: 0