Tak Sekedar Menindak, Tapi Mendengar ; Kapolsek Nusaniwe Rudy Ahab Perkuat Sinergi Bersama Masyarakat
AMBON , CENGKEPALA.COM – Memasuki dua bulan masa kepemimpinan di Polsek Nusaniwe, IPTU Rudy Ahab, S.H., terus memperkokoh pendekatan persuasif melalui program unggulan Bacarita Kamtibmas. Langkah ini sejalan dengan arahan Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si., yang mengutamakan kedekatan dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Kepada insan pers di Pos Benteng Polsek Nusaniwe, Sabtu (3/10/2026), Kapolsek Rudy menjelaskan kegiatan ini bertujuan mendengar langsung keluhan warga, mengidentifikasi bentuk gangguan kamtibmas yang dirasakan, sekaligus menyerap masukan mengenai kinerja kepolisian di tengah masyarakat.
“Kami datang tidak selalu untuk menindak, melainkan untuk mendengar. Apa yang mengganggu ketenangan warga, dan bagaimana kita bisa bekerja lebih baik bersama-sama,” ujarnya.
Selama dua bulan ini, Bacarita Kamtibmas telah digelar berulang kali dengan melibatkan seluruh elemen , tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah kelurahan/Negeri/Desa, hingga pelajar. Dari kegiatan ini dilakukan pemetaan wilayah untuk menentukan titik-titik yang memerlukan pengawasan lebih intensif.
Kapolsek Rudy menegaskan, pengawasan yang diperketat bukan karena warga setempat tidak taat hukum, melainkan untuk mengantisipasi potensi gangguan yang mungkin datang dari pihak luar. Ruang-ruang publik seperti RTP Wainitu, Air Salobar, dan pusat keramaian lainnya terbuka untuk semua orang, sehingga risiko gangguan bisa saja berasal dari mereka yang bukan warga sekitar.
“Kita bisa mengajak warga sendiri untuk menjaga ketertiban. Namun di ruang publik yang terbuka, siapa saja bisa datang. Ketika terjadi gangguan, belum tentu itu perbuatan warga kita. Bisa saja ada pihak lain yang datang dan menimbulkan masalah,” jelasnya.
Lanjut Kapolsek , masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut menyampaikan harapan agar pendekatan dialogis ini terus dipertahankan. Warga merasa didengar dan berharap ke depannya keterbukaan komunikasi ini dapat menumbuhkan rasa aman yang lebih nyata, serta membuat kepolisian semakin hadir dan dipercaya di tengah lingkungan mereka.
Menyikapi hal tersebut, Kapolsek Rudy berjanji akan menindaklanjuti setiap masukan yang diterima. “Kami berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai laporan warga yang belum tuntas tertangani. Tidak ada yang akan kami abaikan. Setiap persoalan yang disampaikan akan kami dorong hingga menemukan penyelesaian yang adil,” tegasnya.
Karena itulah, menjaga kamtibmas tidak bisa dibebankan kepada aparat semata ,baik TNI maupun Polri. Peran aktif dan kesadaran seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar kedamaian tetap terjaga.
Terkait penanganan perkara, jenis kasus yang paling banyak muncul selama dua bulan terakhir menyangkut kekerasan bersama maupun penganiayaan dengan beragam motif. Namun yang paling diantisipasi adalah potensi tawuran antar pelajar. Oleh karena itu, Polsek Nusaniwe juga secara intensif melakukan sosialisasi kamtibmas kepada kalangan pelajar, menanamkan pemahaman hukum sejak dini.
Di akhir pernyataannya, Kapolsek Rudy berharap sinergi yang telah terjalin terus diperkuat. “Kamtibmas milik kita semua. Menjaganya adalah tanggung jawab bersama. Semoga Nusaniwe semakin aman, damai, dan sejahtera,” pungkasnya.(CP-01)