Dies Natalis ke 39 Tahun, Direktur Politeknik Negeri Ambon Tegaskan Komitmen Bersinergi dan Berdampak
AMBON ,CENGKEPALA.COM – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) memasuki usia ke-39 tahun pada Senin (5/10/2026). Peringatan Dies Natalis ke-39 yang digelar di Gedung Utama kampus tersebut mengangkat tema: “Politeknik Negeri Ambon Bersinergi, Berinovasi, Berdampak, dan Berdaya Saing”.
Direktur Polnam, Marceau Armstrong Filex Haurissa, S.T., M.Eng., dalam sambutannya menyebut usia 39 tahun bukan sekadar angka perayaan, melainkan momen refleksi untuk mengevaluasi perjalanan serta menentukan arah ke depan.
“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. 39 tahun bukan perjalanan singkat. Titik ini dicapai berkat pengabdian para pendahulu, kerja keras dosen, tenaga kependidikan, semangat mahasiswa dan alumni, serta dukungan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan seluruh mitra,” ujar Haurissa.
Ia menegaskan tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan arah dan budaya kerja bersama. Bersinergi berarti mempererat kolaborasi mulai dari internal kampus, antar pimpinan, jurusan, prodi, staf, dan mahasiswa hingga membuka kerja sama yang nyata dengan pemerintah daerah, dunia usaha, industri, alumni, dan mitra.
Dimana lanjut Direktur , dari sinergi lahir inovasi. Sebagai perguruan tinggi vokasi, Polnam menempatkan inovasi bukan sekadar gagasan baru, melainkan terwujud dalam pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, riset terapan yang menjawab persoalan nyata, serta pengabdian masyarakat yang memberi solusi sesuai kebutuhan daerah.
“Inovasi tidak cukup jika tidak berdampak. Kita ukur keberhasilan bukan dari banyaknya kegiatan, melainkan dari manfaat yang dirasakan: mahasiswa makin kompeten dan siap kerja, dunia usaha mendapat tenaga kerja terampil, pemerintah mendapat dukungan riset dan teknologi, serta masyarakat merasakan solusi nyata atas persoalan yang dihadapi,” tegasnya.
Menurutnya , dampak yang nyata akan melahirkan daya saing. Lulusan Polnam diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi memiliki kompetensi, karakter, kemampuan beradaptasi, dan kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Haurissa juga mengajak seluruh keluarga besar Polnam meninggalkan sekat antar-unit dan pola kerja yang hanya berorientasi rutinitas, beralih ke budaya kolaboratif, inovatif, terukur, dan berorientasi hasil.
“Kami ingin hadir bukan sekadar meminta dukungan, melainkan menjadi mitra pembangunan. Mari kita jadikan empat kata dalam tema ini sebagai komitmen: Bersinergi dalam bekerja, Berinovasi dalam berkarya, Berdampak bagi masyarakat, dan Berdaya saing untuk masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, yang hadir dalam kesempatan tersebut menyambut baik peringatan ini. Ia menegaskan Polnam sebagai lembaga pendidikan vokasi pertama di Maluku yang lahir sejak 5 Oktober 1987 memegang peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
“Usia 39 tahun adalah usia produktif. Ini momen penting untuk merefleksikan apa yang sudah dilakukan dan apa yang harus ditingkatkan ke depan. Tantangan zaman semakin berat,perubahan teknologi, transformasi digital, kecerdasan buatan, dinamika iklim, sosial, dan ekonomi menuntut kemampuan beradaptasi dan berinovasi yang cepat,” ujar Wattimena.
Menurutnya, inovasi tanpa dampak adalah sia-sia. Keberhasilan sejati terlihat ketika lulusan cepat terserap dunia kerja dan mampu berkontribusi nyata. Ia pun mendorong Polnam terus memperkuat kualitas pembelajaran, kompetensi pendidik, sarana prasarana, serta memperluas kolaborasi.
Wattimena mencontohkan kerja sama yang sedang berjalan, termasuk upaya bersama mencari solusi pengelolaan sampah di Kota Ambon, sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan masyarakat.
“Peran perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah daerah menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi warga. Semoga Polnam terus tumbuh menjadi institusi yang semakin bermutu, relevan, dipercaya, dan memberi dampak luas bagi Maluku dan Indonesia,” pungkasnya. (CP-02)