Cengkepala

Gedung Gereja Imanuel Amahusu Ambruk, Personel Polsek Nusaniwe Bergerak Cepat Bantu Warga

AMBON , CENGKEPALA.COM – Gedung Gereja Lama Imanuel Amahusu di Negeri Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, ambruk sekitar pukul 17.100 WIT , Rabu (7/10/2026). Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kondisi yang sempat memicu kepanikan warga ini, kemudian disikapi cepat oleh personel Polsek Nusaniwe. Tidak menunggu lama , pasca mendapat informasi. Bhabinkamtibmas Negeri Amahusu bergerak ke tempat kejadian dan mengambil tindakan cepat membantu warga sekitar.

Kapolsek Nusaniwe, IPTU Rudy Ahab, S.H menjelaskan , kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WIT, ketika warga yang beraktivitas di sekitar lokasi tiba-tiba mendengar suara retakan yang menggelegar, disusul bunyi patahan kayu dan batu yang cukup keras dari arah gedung gereja tua itu. Warga serentak menoleh dan menyaksikan bangunan yang telah berdiri sejak 1925 itu perlahan luruh hingga ambruk sepenuhnya.

Lanjut Kapolsek , Suasana seketika hening sesaat. Warga saling memastikan tidak ada siapa pun yang berada di dalam atau di sekitar bangunan saat kejadian. Setelah dipastikan aman, sebagian warga mendekat melihat kondisi reruntuhan, sementara yang lain segera melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian.

“Mendengar informasi dari warga, Bhabinkamtibmas Negeri Amahusu Bripka Jerry D. Matitaputty tidak menunggu perintah. Bersama dua rekannya, beliau langsung bergerak menuju lokasi,” ungkap Kapolsek.

Kemudian kata Kapolsek , Tepat pukul 17.15 WIT, ketiga personel itu sudah tiba di tempat kejadian. Langkah pertama yang dilakukan yakni mengamankan kawasan agar warga tidak terlalu mendekat ke tumpukan puing yang masih berisiko longsor, sekaligus segera menghubungi PLN Kota Ambon untuk menangani kabel listrik yang tertimbun material bangunan guna mencegah bahaya tambahan.

Pada Pukul 17.25 WIT, Raja Negeri Amahusu , Mesack Silooy dan Ketua Majelis Jemaat GPM Imanuel Amahusu Linda Sahetapy tiba di lokasi dan melakukan doa bersama warga di tengah reruntuhan.

Tak lama kemudian, tiga personel lainnya dari Polsek Nusaniwe turut tiba di tempat kejadian kemudian bergabung bersama warga , bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan yang menutupi badan jalan.

“Berkat gotong royong itu, arus lalu lintas yang sempat terhenti kembali lancar. Serta lokasi reruntuhan dapat segera tertangani dengan baik,” jelas Kapolsek.

Kapolsek berharap , dengan adanya peristiwa ini . Warga dapat lebih waspada ketika berada di sekitar bangunan tua. Karena kondisi bangunan yang tidak lagi kokoh , dapat memicu terjadinya musibah.

Sekaligus Ia menghimbau , agar warga dapat memberi kepercayaan bagi kepolisian dalam menghadapi situasi genting untuk segera ditangani.

” Jika terjadi kondisi yang genting atau berpotensi melanggar hukum, kami berharap dapat segera dilaporkan kepada kami melalui call center 110. Karena dengan segala kekurangan kami, kami pastikan untuk tetap siap sedia membantu masyarakat demi lingkungan yang aman dan damai,” pungkasnya.

Untuk diketahui , Gedung gereja lama ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Negeri Amahusu XV, Abraham Silooy. Bangunan sudah tidak difungsikan sebagai tempat ibadah sejak jemaat berpindah ke gedung gereja baru. Warga sebelumnya telah menyampaikan kondisi bangunan memprihatinkan , atap berlubang, tembok retak, dan struktur yang makin rapuh.(CP-02)

Views: 0