Ambon Goes Global Dengan Pengembangan Pariwisata Terintegrasi
Ambon, CENGKEPALA.COM – Dengan landasan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Pemerintah Kota Ambon tengah gencar memperkuat sektor pariwisata melalui Pendekatan Pengembangan Pariwisata Terintegrasi. Pengakuan ini datang dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Christian Tukloy, Senin (22/12/2025).
Menurut Tukloy, upaya ini terwujud dalam penetapan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) yang memadukan tiga Daya Tarik Wisata (DTW) utama: wisata alam, budaya, dan buatan. Berdasarkan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPD) Kota Ambon, tiga KSP dengan lokasi unggulan telah ditetapkan:
– KSP Leitimur Selatan (Leitisel) KSP 1: Meliputi 7 negeri (Hutumuri, Rutong, Hukurila, Leahari, Ema, Kilang, Naku). Negeri Rutong sudah menjadi Desa Wisata yang matang, sementara Desa Ema menawarkan Air Majapahit dan Sanggar Kakoya Tahuri Hutumuri sebagai atraksi buatan yang ramai dikunjungi.
– KSP Nusaniwe KSP 2: Mencakup 7 lokasi andalan (Amahusu, Nusaniwe, Latuhalat, Seilale, Urimessing/Kusu-Kusu, Kelurahan Nusaniwe, Kudamati). Fokus penataan pada ikon wisata seperti Paralayang Nusaniwe, Pintu Kota, Latuhalat, dan kawasan Amahusu.
– KSP Sirimau KSP 3: Meliputi 6 lokasi unggulan (Soya, Honipopu, Karpan, Ahusen, Uritetu, Pandan Kasturi) yang direncanakan sebagai pusat atraksi wisata utama kota.
Untuk meningkatkan arus wisatawan, Pemkot Ambon menjalankan berbagai strategi promosi. Beberapa prestasi telah diraih, antara lain Juara 2 Minuman Tradisional (Jus Tomi-Tomi Rutong) dan Juara 3 Wisata Olahraga & Petualang (Paralayang Nusaniwe) di Anugerah Pesona Indonesia.
Kekayaan budaya juga digalang melalui Warisan Budaya Tak Benda “Papalele”, serta event besar seperti Amboina International Music Festival dan Santa Claus Festival yang sukses digelar akhir Oktober dan awal Desember dan event-event lainnya.
“Melalui pengembangan terintegrasi dan penataan kawasan unggulan ini, kami berharap pariwisata Ambon bisa meningkatkan kunjungan, memperkuat perekonomian masyarakat, dan menjadikan kota ini sebagai destinasi unggulan di kawasan Timur Indonesia,” tegas Tukloy.(CP-02)