Portal Berita Terkini Kebanggaan Orang Maluku

Aparat Gabungan TNI/Polri Gelar Simulasi Pengamanan Pleno KPU Malra

Aparat Gabungan TNI/Polri Gelar Simulasi Pengamanan Pleno KPU Malra

Langgur, cengkepala.com – Polres Maluku Tenggara bersama TNI gelar simulasi pengamanan pleno penetapan hasil Pilkada Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) pada bulan September 2018 mendatang. Simulasi tersebut merupakan antisipasi konflik jelang penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih daerah julukan Larwul Ngabal itu.

“Simulasi pengamanan ini merupakan antisipasi aparat keamanan Polisi/TNI saat pleno penetapan Bupati dan Wakil Bupati Malra terpilih. Ya, kita tunjukan kesiapan dan kemampuan aparat kita dalam menjaga kelancaran penetapan hasil Pilkada oleh KPU Malra nanti,” Kapolres Malra, AKBP Indra Fadhilah Siregar kepada cengkepala.com pekan kemarin.

Jadi, menurut dia, pada prinsipnya simulasi ini merupakan kesiapan antisipasi kemungkinan rusuh saat penetapan pleno KPU Malra nanti. Terus terang, tambah dia, pihaknya tidak menginginkan situasi kacau, tapi kalau terjadi maka kita sudah siap seperti yang disimulasikan. Kendati demikian, Ia tetap bersyukur. Karena sejauh ini, tahapan Pilkada di wilayah hukum Polres Malra, baik Kota Tual maupun Kabupaten Malra berjalan lancar dan aman, tidak ada gangguan yang berarti.

“Ya, kita bersukur karena sejauh ini kondisi Tual-Malra tetap kondusif. Kita sudah berhasil menunjukan kepada masyarakat bahwa Polri dan TNI cukup berhasil dalam pengamanan pilkada kemarin, dan saat ini tinggal menunggu pleno penetapan oleh KPU setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) inkra atas gugatan yang diajukan salah satu pasangan (AMAN),”ujarnya.

Lebih lanjut ia katakan, pelaksanaan simulasi tersebut juga merupakan warning (Peringatan) kepada pihak-pihak yang mungkin saja hendak mengacaukan dan berbuat anarkis. Dan bukan di wilayah hukum Polres Malra saja yang gelar simulasi ini. Daerah-daerah lain juga. Karena pengamanan rapat pleno penetapan hasil Pilkada merupakan instruksi dari Mabes Polri kepada seluruh Polres di masing-masing daerah yang menyelenggarakan Pilkada 2018.

“Jadi memang instruksi simulasi pengamanannya langsung dari Mabes Polri terhadap Polres-Polres yang wilayah hukumnya ikut Pilkada 2018 kemarin. Kita harus siap memang untuk antisipasi anarkis saat penetapan pleno kepala daerah terpilih,”terang pria dua belati dipundaknya itu.

Diketahui, proses gugatan di MK untuk seluruh Indonesia ada 72 daerah, dan pilkada Malra termasuk di dalamnya. Keputusan MK dijadwalkan tanggal 9-15 Agustus 2018.?Jika gugatan diterima, maka disidangkan selama 45 hari kedepan dan hasilnya diketahui tanggal 17 September 2018. Itu berarti, jika gugatan Malra ditolak, maka KPU dalam beberapa hari setelah 15 Agustus sudah harus melaksanakan pleno penetapan pemenang Pilkada Malra. (AS)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
about

Cengkepala.Com merupakan Portal Berita Terkini yang memuat berita-berita pilihan yang disediakan dalam sejumlah Rubrik.

Cengkepala.Com merupakan salah satu Service dari Tera Indo Pratama untuk  para client.

Our Service
  • Download Aplikasi Ojek Online
  • Daftar Ojek Online
  • Daftar Toko Online
  • Daftar Mobil Online
  • Jasa Pembuatan Website
  • Jasa Pembuatan Aplikasi 
  • Jasa Pasang Iklan

© 2017 – Tera Indo Pratama. All Rights Reserved.

error: Content is protected !!