Apresiasi Tinggi DPRD Ambon, Tamaela : Festival Imlek Penggerak Kebersamaan dan Ekonomi Inklusif
AMBON, CENGKEPALA.COM – Semarak Festival Imlek Kongzili 2577 Tahun 2026 di Pattimura Park, Sabtu (14/2), menuai pujian dan apresiasi mendalam dari Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits L. Tamaela. Usai mengikuti perayaan yang akan mencapai puncaknya pada tanggal 17 ini, Tamaela menegaskan bahwa Festival Imlek bukan sekadar agenda rutin Pemerintah Kota Ambon, tetapi sebuah wujud nyata dari semangat kebersamaan dan inklusivitas.
“Ini merupakan semarak perayaan hari raya Imlek, dan yang paling utama adalah bagaimana seluruh warga kota Ambon dapat merasakan kebersamaan. Bukan hanya pada perayaan agama Muslim atau Kristen, tetapi juga agama-agama lain seperti Imlek dan Katolik,” ujar Tamaela, menyoroti esensi persatuan dalam keberagaman.
Ia menambahkan, “Seperti yang disampaikan Bapak Walikota, masyarakat terlibat langsung dan merasakan kekayaan budaya yang kita miliki. Kebudayaan inilah yang menjadi pemersatu dan mempererat tali silaturahmi kita di Kota Ambon.”
Dukungan Penuh dan Inovasi di Tengah Keterbatasan
DPRD Kota Ambon menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan festival ini dengan begitu meriah. “Kami di DPRD sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon. Di tengah kondisi keuangan yang terbatas, Pemkot mampu bekerja sama dengan berbagai pihak eksternal untuk menyemarakkan dan melaksanakan kegiatan ini,” kata Tamaela, menggarisbawahi inovasi dan kegigihan Pemkot.
“Kami berharap momentum ini dapat dipelihara dan menjadi program tahunan, mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi, sehingga apa yang dicanangkan oleh pemerintah dengan program prioritas yang sudah kita tetapkan itu dapat ditopang oleh masyarakat,” tambahnya.
Ekonomi Lokal Bangkit Bersama UMKM dan Kolaborasi Komunitas Tionghoa
Selain aspek kebersamaan, festival ini juga menjadi pendorong ekonomi kerakyatan. “Intinya, kami DPRD sangat memberikan apresiasi, termasuk dalam setiap pelaksanaan festival seperti ini, karena banyak UMKM dan usaha-usaha kecil yang bisa mendapatkan ruang untuk mendistribusikan produk-produk mereka. Inilah sektor ekonomi menengah ke bawah yang harus kita topang,” jelas Tamaela, menekankan peran festival sebagai etalase bagi produk lokal.
Ia juga mengajak warga kota keturunan Tionghoa untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota dalam menumbuhkembangkan ekonomi di Ambon. “Karena merekalah yang sering dan selalu sampai dengan hari ini ada dalam bidang usaha ekonomi, khususnya perdagangan. Kami sangat berharap partisipasi dan kolaborasi mereka untuk meningkatkan ekonomi Kota Ambon, bahkan bekerja sama menopang program pemerintah dan berkontribusi langsung, karena Ambon milik bersama,” serunya.
Perayaan Imlek yang Berbagi: Apresiasi untuk Yayasan Simpati
Sebuah hal yang patut mendapat apresiasi khusus adalah bentuk perayaan Imlek dari komunitas Tionghoa yang tidak hanya berfokus pada kemeriahan semata. “Satu apresiasi adalah mereka tidak merayakan seperti yang sering dimonitor oleh pemerintah kota. Mereka punya perayaan ini digagas dan dilaksanakan dalam bentuk memberi bantuan kepada sesama mereka yang membutuhkan, lebih menjangkau saudara-saudara mereka warga kota keturunan Tionghoa yang mungkin hari ini membutuhkan uluran tangan semua pihak,” ungkap Tamaela.
Pujian pun ditujukan kepada Yayasan Simpati Kota Ambon atas inisiatif mulia tersebut. “Ini menunjukkan bahwa semangat perayaan Imlek di Ambon tidak hanya berhenti pada festival, tetapi juga merambah ke ranah sosial, memperkuat tali persaudaraan antarwarga dan menegaskan Ambon sebagai kota yang inklusif dan peduli,”tutupnya .(CP-02)