Cengkepala

Asas “Tidak Bertuan” Golkar Dipertanyakan, AMPG dan Seluruh DPC Datangi DPD I Protes Penghentian Musda

AMBON ,CENGKEPALA.COM – Keputusan mendadak yang menghentikan proses Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Golkar Kota Ambon menuai reaksi keras. Puluhan kader yang terdiri dari pimpinan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Ambon dan seluruh Pimpinan Dewan Pengurus Kecamatan (DPC) se-Kota Ambon mendatangi kantor DPD I Golkar Maluku di Karang Panjang, Kamis (30/4/2026).

Kedatangan mereka merupakan bentuk kekecewaan dan ketidakterimaan atas instruksi Ketua Umum Bahlil Lahadalia yang disampaikan melalui Ketua Harian Ridwan Marasabessy untuk menunda atau menskorsing acara tersebut. Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris DPD Golkar Maluku, Anos Yermias.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua AMPG Kota Ambon, Hengky Hiskya, menegaskan bahwa seluruh tahapan Musda telah berjalan dengan baik begitu pula tahapan penjaringan ketua DPD Golkar Kota Ambon mulai dari persiapan staring comite dan administrasi sudah dinyatakan lengkap. Bahkan form checklist yang dikabarkan belum diterima dan menjadi salah satu alasan terhadap penjaringan calon ketua , oleh DPD sudah dipenuhi oleh DPD Golkar Kota Ambon.

“Kita sudah bawa form checklist ini, kalau memang ada di juklak, iya kami sudah penuhi semuanya. Kesiapan panitia sudah 90%, apa lagi yang perlu dibatalkan? Kami datang ini mau dengar jawaban langsung kenapa Musda yang sudah jalan tiba-tiba dihentikan,” tegas Hengky.

Selain itu , lewat kesempatan tersebut , Sikap keras juga disampaikan Ketua DPC Teluk Ambon, Yongki Siwalette. Ia menyesalkan pesta demokrasi internal yang berjalan kondusif justru dihentikan tanpa alasan yang jelas.

“Kami diajarkan berpolitik beretika. Musda Ambon ini sudah berjalan sangat baik, bahkan lebih baik dari daerah lain. Kami sebagai pemegang hak suara sangat menyesalkan, tiba-tiba dihentikan tanpa alasan. Kami minta agar direspon cepat persoalan ini agar ada kepastian,” ujarnya.

Pernyataan paling menyentil disampaikan Ketua DPC Leitimur Selatan, Leo Leiwakabessy. Ia mempertanyakan jati diri partai yang selama ini dikenal dengan asas “Tidak Bertuan”.

“Yang disayangkan, partai ini kan diajarkan sebagai partai tidak bertuan. Tapi hari ini justru nampak betul-betul jadi partai bertuan. Padahal kami bangga dengan asas itu. Sudah dibuka pendaftaran, kader sudah kerja keras, tiba-tiba dihentikan. Walaupun itu perintah Ketum, harus tetap jalan sesuai aturan. Langkah ini blunder, pimpinan harusnya jadi teladan,” tegas Leo.

Hal senada disuarakan oleh seluruh DPC lainnya. DPC Sirimau menuntut pencabutan skorsing hari itu juga, sementara DPC Baguala dan Nusaniwe menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk membatalkan acara karena proses penjaringan berjalan sesuai mekanisme.

Merespons aspirasi yang meluap tersebut, Sekretaris DPD Golkar Maluku, Anos Yermias, meminta seluruh kader untuk menahan diri dan memberikan waktu untuk koordinasi. Ia memastikan akan memberikan jawaban pasti pada hari yang sama.

“Berikan kami kesempatan dan waktu. Koordinasi ini tidak bisa selesai sekarang juga, kami harus berbicara dengan bidang kepartaian dan Bidan Pemenang Pemilu Wilayah Kota Ambon ,Buru dan Buru Selatan untuk serta pihak terkait laiinya melaporkan aspirasi ini ke Ketua DPD yang saat ini sedang di Jakarta untuk berkoordinasi langsung dengan Ketua Umum,” jelas Anos.

Anos juga menyinggung soal administrasi yang disebut belum lengkap diterima di tingkat provinsi. Namun ia berjanji akan memverifikasi ulang dan memanggil tim terkait.

“Beta minta bapak-bapak tenang dulu. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan selama masih di koridor aturan. Saat ini juga, beta akan koordinasi, panggil Pak Ridwan selaku ketua harian yang masih di Manise Hotel, dan kepastian jawabannya akan kami sampaikan hari ini juga. Musda bukan akhir segalanya, tapi awal konsolidasi. Sabar sedikit, kita selesaikan dengan cara musyawarah,” pungkasnya. (CP-01)

Views: 28