Bersatu dalam Syukur, Berkarya dalam Kasih — Konser “Senandung Merdu dari Bethfage” Ucap Syukur Untuk GPM
AMBON, CENGKEPALA.COM — Jemaat GPM Bethfage, Kusu Kusu Sereh, menutup rangkaian peringatan Hari Besar Gerejawi yakni HUT Klasis Pulau Ambon dan HUT GPM serta HUT Kota Ambon , dengan sebuah persembahan syukur yang indah. Pada Sabtu malam (5/9/2026), halaman gereja berubah menjadi panggung sukacita bagi konser musik bertajuk “Senandung Merdu dari Bethfage — Ucap Syukur untuk GPM”, menjadi puncak kegiatan yang telah menyatukan warga sejak 15 Agustus lalu.
Sebelum malam puncak ini, jemaat dan warga telah bersama-sama merayakan melalui berbagai kegiatan — mulai dari tarik tambang, lomba caca, jelajah alam, hingga baris kreasi — yang semuanya dirancang untuk mempererat kebersamaan.
Ketua Panitia Hari Besar Grejawi Nasional (PHBGN) Jemaat Kusu-Kusu Sereh yang juga menjabat Danramil 1504-06/Nusaniwe, Kapten Inf. Andreas Vikodey, menyampaikan bahwa konser ini adalah persembahan khusus bagi seluruh warga.
“Malam ini kita hadirkan kegiatan puncak berupa konser, sebagai hiburan sekaligus ungkapan kebersamaan bagi kita semua,” ujar Andreas.
Ia juga mengumumkan agenda lanjutan yang tak kalah menarik, yaitu lomba menghias lampu Natal di sepanjang jalan kampung yang akan melibatkan partisipasi setiap sektor.
“Kami mengundang seluruh warga di setiap sektor untuk turut serta, agar bersama-sama kita memperindah tempat tinggal kita,” harapnya.
Bagi Andreas, kegiatan ini bukan sekedar hiburan, melainkan sarana memperkuat kerja sama dan kekompakan. Dalam waktu hanya satu pekan, panitia menyelesaikan seluruh persiapan dengan luar biasa.
“Dalam waktu singkat, teman – teman bekerja luar biasa — cepat, disiplin, dan sangat kompak. Semangat ini yang ingin kita jaga,” katanya.
Ia juga mengingatkan tiga pilar kehidupan negeri adat yang harus tetap berjalan beriringan: adat, gereja, dan pendidikan.
“Ketiga hal ini harus terus kita rangkul dan satukan dalam semangat kolaborasi,” tegasnya.
Sementara itu ,Ketua Majelis Pekerja Klasis (MPK) GPM Pulau Ambon, Pdt. W.A. Beresaby, S.Th., mengajak jemaat memaknai konser ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari ungkapan syukur dan peristiwa iman. Sekitar 570 kepala keluarga terlibat dalam kegiatan ini dari wilayah pelayanan Klasis GPM Pulau Ambon.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai sarana memperkuat keluarga dan memberi teladan yang baik bagi anak-anak kita. Jangan sampai perayaan iman kita ternoda oleh hal hal yang tidak berkenan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan soal toleransi: “Kota Ambon adalah rumah bersama. Negeri-negeri kita harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua orang, tanpa memandang perbedaan.”
Pada tempat yang sama ,Wali Kota Ambon yang diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Alexander J. Hursepuny, M.T., memberikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif jemaat GPM Bethfage dalam menghadirkan konser musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyatukan hati warga. Melalui musik dan seni, kita diberikan ruang yang luas untuk bertemu, berinteraksi, dan saling mengenal satu sama lain tanpa sekat. Dari karya seni, kita belajar bahwa perbedaan yang ada di tengah masyarakat dapat dirangkai menjadi sesuatu yang sangat indah ketika kita membangun kebersamaan dengan tulus,” ungkapnya.
Alexander menambahkan, kegiatan semacam ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Ambon dalam membangun potensi generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda Ambon tidak hanya menjadi penikmat karya, tetapi juga pelaku sekaligus penggerak ekonomi kreatif di kota ini. Semakin banyak ruang yang diberikan kepada mereka untuk berkarya dan mengekspresikan diri, semakin besar pula peluang untuk melahirkan karya-karya kreatif yang bermutu serta talenta-talenta baru yang akan mengharumkan nama Kota Ambon di masa depan. Semoga semangat yang ditunjukkan malam ini terus berkembang dan menginspirasi kegiatan-kegiatan lain di berbagai wilayah kota,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku yang diwakili Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Maluku, Onesimus Soumeru, melihat konser ini dari perspektif yang lebih luas dan bermakna mendalam.
“Sebuah konser musik bukan hanya soal melodi yang terdengar indah, melainkan juga tentang apa yang tersampaikan dari hati ke hati. Bukan hanya tentang siapa yang bernyanyi di atas panggung, tetapi tentang pesan apa yang hendak kita sampaikan dan tanamkan melalui nyanyian tersebut kepada seluruh warga yang hadir malam ini,” ungkapnya.
Menurutnya, senandung yang dibawakan malam ini membawa pesan-pesan luhur yang sangat dibutuhkan masyarakat Maluku.
“Senandung yang terdengar malam ini membawa pesan tentang rasa syukur kepada Tuhan, tentang iman yang kokoh, tentang kasih yang tulus, dan tentang persaudaraan yang tidak terputus. Musik adalah bahasa universal yang tidak butuh penerjemah — langsung menyentuh hati. Malam ini kita semua menyatu dalam satu frekuensi yang sama, yaitu frekuensi syukur dan kasih. Semoga nada-nada yang tercipta di sini dapat menyejukkan hati masyarakat, meredam perbedaan yang seringkali menjadi sekat, serta memperkuat ikatan pela-gandong dan semangat hidup orang basudara yang menjadi identitas kita bersama di Maluku,” tandasnya
Ia juga berharap sinergi antara gereja dan pemerintah terus berjalan demi kemajuan daerah.
“Pemerintah Provinsi Maluku tidak dapat berjalan sendiri dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kami sangat membutuhkan dukungan, doa, dan partisipasi aktif dari seluruh warga GPM untuk bersama-sama mengatasi berbagai tantangan sosial dan ekonomi, serta mewujudkan Maluku yang semakin maju, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh anak negeri,” pungkasnya.
Konser “Senandung Merdu dari Bethfage — Ucap Syukur untuk GPM” ditutup dengan penampilan para musisi sebagai ungkapan syukur dan sukacita bersama seluruh warga Jemaat GPM Kusu-Kusu Sereh.(CP-01)