Cengkepala

Cegah Pelecehan Seksual, Hotel Santika Premiere Ambon Sosialisasi Sexual Harassment Awareness

Ambon, CENGKEPALA.COM – Hotel Santika Premiere Ambon kembali memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, bermartabat, dan saling menghormati melalui kegiatan Sosialisasi Sexual Harassment Awareness yang dilaksanakan pada Senin (28/9/26), bertempat di Santika Meeting Room 3 & 5, lantai 6 Hotel Santika Premiere Ambon.

 

Kegiatan ini diikuti seluruh karyawan Hotel Santika Premiere Ambon dan dibawakan oleh Aldo Soumokil, Human Resources Manager. Sosialisasi menjadi bagian upaya meningkatkan pemahaman karyawan mengenai kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan kerja, sekaligus membangun kesadaran bahwa menciptakan tempat kerja yang aman merupakan tanggung jawab bersama. Mengangkat pesan “Bersama Mencegah Kekerasan Seksual, Menciptakan Lingkungan Kerja yang Aman dan Saling Menghormati,” peserta diajak memahami bahwa lingkungan kerja yang baik adalah tempat di mana setiap orang dapat bekerja dengan rasa aman, nyaman, bermartabat, saling menghormati, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

 

Dalam sosialisasi, karyawan memahami definisi kekerasan seksual di dunia kerja serta berbagai bentuk perilaku yang perlu diwaspadai. Materi menekankan bahwa kekerasan seksual bukan semata-mata soal seksual, melainkan berkaitan dengan kuasa atau power, terutama ketika terdapat relasi kuasa yang timpang — antara atasan–bawahan, senior–junior, pemilik–pekerja, maupun pihak dengan posisi atau pengaruh berbeda. Jabatan atau kedudukan tidak memberi hak untuk melampaui batas orang lain. Kekerasan seksual juga tidak selalu terjadi di ruang kerja utama; dapat terjadi di area istirahat, perjalanan dinas, pelatihan, kegiatan perusahaan, acara sosial terkait pekerjaan, akomodasi yang disediakan perusahaan, hingga komunikasi digital yang berkaitan dengan pekerjaan.

 

Materi membahas berbagai bentuk kekerasan seksual: fisik/non-verbal, verbal, berbasis elektronik, eksploitasi, perbudakan, penyiksaan, hingga pemaksaan seksual. Karyawan diajak mengenali perilaku yang dianggap “candaan” namun tidak pantas — komentar seksual terhadap tubuh rekan kerja, lelucon bernuansa seksual, kirim pesan/gambar tidak senonoh, sentuhan tanpa persetujuan, gestur seksual yang tidak diinginkan, atau gunakan jabatan untuk meminta sesuatu yang bersifat seksual. Pesan penting: “bercanda” bukan alasan jika perilaku merendahkan atau membuat orang lain tidak nyaman.

 

Selain mengenali bentuk kekerasan, peserta mempelajari cara merespons korban. Ditekankan pentingnya tidak menyalahkan korban (victim blaming). Jika rekan bercerita, dengarkan tanpa menghakimi, jaga kerahasiaan, dan arahkan ke HR. Respons korban dapat berbeda; termasuk kondisi kelumpuhan sementara saat menghadapi ancaman, sehingga tidak boleh dijadikan alasan untuk mempertanyakan mengapa tidak melawan.

 

Dijelaskan pula langkah yang dapat diambil jika mengalami atau menyaksikan kejadian: utamakan keselamatan, ceritakan kepada orang yang dipercaya, laporkan ke HR, cari dukungan. Bagi yang menyaksikan, pilih tindakan aman sesuai situasi — menegur jika memungkinkan, minta bantuan atasan/HR, alihkan situasi, atau berikan dukungan kepada korban. Laporan dapat disampaikan kapan saja tanpa perlu menunggu keadaan memburuk.

 

Menurut Aldo Soumokil, Human Resources Manager Hotel Santika Premiere Ambon, menciptakan lingkungan kerja yang aman memerlukan peran semua pihak.

 

“Pencegahan kekerasan seksual bukan hanya tanggung jawab HR atau manajemen, melainkan tanggung jawab kita semua. Setiap orang punya peran menjaga batasan, saling menghormati, dan berani bersikap saat melihat hal yang tidak sesuai,” ujar Aldo.

 

Ia menambahkan pentingnya ruang di mana karyawan merasa aman berbicara dan mendapat dukungan.

 

“Saat rekan bercerita, yang terpenting adalah mendengarkan tanpa menghakimi, menjaga rahasianya, dan membantu mengarahkan ke pihak yang tepat. Kami ingin setiap karyawan tahu bahwa mereka tidak menghadapi ini sendirian.”

 

Melalui kegiatan ini, Hotel Santika Premiere Ambon berharap seluruh karyawan semakin memahami pentingnya menjaga perilaku profesional, menghormati batasan pribadi, serta menciptakan interaksi kerja yang sehat. Sosialisasi ini juga bagian dari penguatan budaya kerja Santika Indonesia Hotels & Resorts yang mengacu pada Code of Conduct, termasuk komitmen memerangi diskriminasi, kekerasan moral, dan kekerasan seksual.

 

Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan semua berperan aktif menjaga lingkungan kerja yang aman, nyaman, bermartabat, dan saling menghormati. “Menciptakan tempat kerja yang aman bukan hanya soal aturan, melainkan bagaimana kita memilih untuk menghormati, menjaga, dan peduli satu sama lain. Kita semua berperan,” tutupnya. (CP-01)

 

Views: 0