Cengkepala

Chaniago Ajak Pemuda Indonesia Jadikan Pancasila Kompas di Era Digital

JAKARTA, CENGKEPALA.COM  – Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi di media sosial kini menjadi tantangan besar bagi keutuhan bangsa. Tokoh nasional asal Maluku, Saiful Chaniago, meminta generasi muda Indonesia untuk tidak terhanyut oleh propaganda digital yang berpotensi merusak persatuan serta nilai-nilai kebangsaan.

Di momen peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, Chaniago mengingatkan bahwa ancaman terhadap negara tidak lagi selalu tampak secara fisik. Ia menegaskan, persaingan dan perang informasi yang terjadi setiap hari di berbagai platform digital bisa menjadi bahaya nyata jika tidak disikapi dengan kebijaksanaan dan kecermatan.

“Pemuda Indonesia wajib berani menolak segala bentuk propaganda di media sosial yang menyebarkan kebencian, fitnah, berita bohong, atau narasi apa pun yang bertujuan memecah belah persatuan. Kita tidak boleh kalah dalam perang opini yang mengancam masa depan bangsa ini,” ujarnya dengan tegas, kepada media ini , Senin (01/05/26).

Sebagai Komisaris Utama PLN Energi Gas, Chaniago melihat bahwa kemajuan teknologi membuka peluang luas bagi kaum muda untuk berkarya, berinovasi, dan menambah wawasan. Namun di sisi lain, ruang digital juga kerap dijadikan tempat penyebaran informasi yang menyesatkan dan mampu mengubah cara pandang masyarakat, khususnya kalangan remaja dan pemuda.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama dalam berhadapan dengan dinamika zaman sekarang. Bagi Chaniago, Pancasila bukan sekadar simbol negara atau hafalan belaka, melainkan pedoman hidup yang sangat relevan untuk menjawab setiap tantangan yang ada.

“Pancasila adalah penunjuk arah dan penyaring moral kita saat menggunakan teknologi. Tanpa pegangan ini, generasi muda akan mudah terbawa arus informasi yang justru merusak persatuan nasional,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak konten di dunia maya yang sengaja dibuat untuk memicu perselisihan dan memperuncing perbedaan, baik yang berdasar pada suku, agama, ras, maupun pandangan politik.

“Ancaman bagi bangsa saat ini bisa datang dari layar gawai kita sendiri. Karena itu, pemuda harus menjadi garda terdepan yang melek literasi digital, pandai membedakan mana fakta dan mana rekayasa, serta berperan menjaga agar ruang digital tetap sehat dan bermanfaat,” tambahnya.

Menurutnya, kaum muda memegang peran strategis sebagai penjaga persatuan di tengah banjir informasi. Kemampuan untuk menyaring berita dan tidak mudah terprovokasi adalah kunci agar dunia maya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang membangun kemajuan bangsa.

Di akhir pernyataannya, Chaniago mengajak seluruh pemuda Indonesia menjadikan momen Hari Lahir Pancasila sebagai titik tolak memperkuat rasa cinta tanah air, mempererat persaudaraan, dan memastikan teknologi menjadi sarana yang menyatukan seluruh elemen bangsa.

“Bila kita berpegang teguh pada Pancasila, teknologi akan membawa Indonesia melangkah maju. Sebaliknya, jika nilai-nilai ini dikesampingkan, dunia digital justru akan menjadi ancaman nyata bagi persatuan dan masa depan kita semua,” pungkasnya. (CP-01)

Views: 12