Dialog Publik Digelar di UIN Ambon – KNPI Dorong Sinergi Antar Kelompok
Ambon , CENGKEPALA.COM – Sebagai upaya memelihara keharmonisan dan solidaritas di lingkungan kampus, Dialog Publik Resolusi Konflik sosial telah digelar di UIN A.M. Sangadji Ambon. Kegiatan ini ditujukan untuk mempererat hubungan antar mahasiswa dari berbagai latar belakang kedaerahan, sekaligus mencegah potensi konflik horizontal yang dapat mengganggu aktivitas akademik.
Inisiatif yang digagas oleh DPD KNPI Provinsi Maluku bekerja sama dengan Komunitas Pemuda Intelektual Maluku, Yayasan Pijar Demokrasi Indonesia Cabang Ambon, dan KEMANUSA Wilayah Maluku ini muncul karena melihat pentingnya membangun komunikasi yang efektif antar kelompok mahasiswa. Beberapa waktu terakhir, terdapat perbedaan pandangan yang muncul antara mahasiswa asal wilayah Geser–Gorom–Kei dengan rekan mereka dari Kailolo, yang jika tidak ditangani dengan baik bisa berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Ketua DPD KNPI Provinsi Maluku, Arman Kalean, Sabtu ,(10/1/26) menyatakan , bahwa kampus harus menjadi ruang untuk tumbuh bersama dan saling mendukung.
“Kita semua berasal dari tanah air yang sama, Maluku. Kami mengajak semua mahasiswa untuk mengusung semangat ‘Bersama Kita Kuat, Damai Kita Jaga’. Tidak ada tempat bagi perpecahan di lingkungan akademik yang seharusnya fokus pada pembangunan diri dan daerah,” ucapnya.
Dalam dialog yang dihadiri oleh berbagai pihak tersebut, turut hadir narasumber seperti AKP Jafar Lessy dari Polres Kota Ambon yang membahas tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar kampus, serta Dr. Siti Nurhaliza Latief dari UIN A.M. Sangadji Ambon yang memaparkan bagaimana nilai-nilai budaya lokal Maluku bisa menjadi dasar dalam menyelesaikan perbedaan. Koordinator kegiatan, Basir Tuhepaly dari YPDI Cabang Ambon, menambahkan bahwa dialog ini bukan hanya acara satu kali.
“Kami akan mengikuti upaya ini dengan pembentukan kelompok kerja antar daerah asal mahasiswa, yang akan menangani berbagai isu bersama dan mengembangkan program kolaboratif seperti bakti sosial dan pelatihan keterampilan,” jelasnya.
Menurutnya ,Hasil dari dialog ini adalah kesepakatan bersama untuk selalu menggunakan cara damai dalam menyelesaikan perbedaan, serta membuat jadwal pertemuan rutin antar perwakilan kelompok mahasiswa. Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi kampus lain di Maluku dalam menjaga persatuan dan kesatuan antar mahasiswa, dengan mengedepankan nilai pela gandong dan rasa kekeluargaan yang khas masyarakat daerah ini.(CP-01)