Festival Kuliner Ramadhan Muhammadiyah Maluku Dorong Kemandirian Ekonomi Kader Muda Lewat UMKM
Ambon,CENGKEPALA.COM – Menggandeng momentum bulan suci Ramadhan 1447 H, Muhammadiyah Maluku melalui Pemuda Muhammadiyah menggelar Festival Kuliner Ramadhan Muhammadiyah Maluku di Islamic Center Ambon , Rabu (25/2/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Saudagar Muda Muhammadiyah Maluku ini tidak hanya menjadi ajang bertemunya produk kuliner lokal, tetapi juga langkah konkret untuk membangun kemandirian ekonomi generasi muda dan memperkuat peran UMKM di daerah.
Acara yang menghadirkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas pemuda, serta masyarakat umum, dirancang sebagai ruang konsolidasi gerakan ekonomi umat yang berbasis kolaborasi dan inovasi. Bukan sekadar transaksi jual beli, festival ini membawa makna lebih dalam dalam pengembangan jiwa wirausaha di kalangan pemuda.
Ketua Panitia, Irpan Kastela, menegaskan bahwa konsep festival ini lahir dari komitmen untuk membentuk mentalitas wirausaha yang kuat di kalangan generasi muda Muhammadiyah. “Festival ini bukan hanya tentang jualan takjil atau makanan berbuka. Ini tentang membangun keberanian menciptakan pasar sendiri, membangun kemandirian ekonomi, dan menanamkan semangat usaha,” jelasnya.
Inspirasi konsep tersebut diambil dari semangat kemandirian sahabat Nabi dalam membangun pasar secara mandiri. Menurut Irpan, pemuda Muhammadiyah harus mampu berperan sebagai motor penggerak ekonomi yang tidak tergantung pada ketersediaan lapangan kerja formal.
Sementara itu, Ketua Pemuda Wilayah Muhammadiyah Maluku, Rimbo Bugis, menyampaikan apresiasi penuh terhadap inisiatif kreatif yang digagas oleh Saudagar Muda Muhammadiyah Maluku. Ia menegaskan bahwa Ramadhan tidak hanya menjadi momen ritual ibadah semata, melainkan juga momentum yang tepat untuk kebangkitan ekonomi umat.
“Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemuda Muhammadiyah untuk menjadi generasi mandiri. Jangan sampai semangat ini pudar dan hanya menjadi wacana. Kita harus kawal agar berkelanjutan dan benar-benar melahirkan pengusaha-pengusaha muda,” tegasnya.
Rimbo juga mengajak pemerintah daerah untuk memberikan dukungan konkret kepada para pelaku UMKM yang digerakkan oleh anak muda Muhammadiyah. Dukungan yang diharapkan meliputi akses permodalan yang lebih mudah, pelatihan pengembangan kapasitas usaha, serta kemudahan dalam proses perizinan usaha.(CP-01)