Gala Big Fast Perdana di Desa Galala, Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Ambon
AMBON, CENGKEPALA.COM – Gala Big Fast yang diselenggarakan oleh Am GPM Rating IV Galala bekerja sama dengan Bela Musica Maluku, berlangsung di Ruang Terbuka Publik Desa Galala pada Sabtu (31/1/2026). Acara yang baru pertama kali digelar ini secara resmi dibuka oleh perwakilan Wali Kota Ambon, Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon Christian Tukloy, yang menandai pembukaan dengan pemukulan tifa.
Dalam sambutan yang dibacakan mewakili Walikota Bodewin M. Wattimena, Tukloy memberikan apresiasi tinggi kepada komunitas Baronda Musik Maluku (BMM) sebagai inisiator acara. Menurutnya, kolaborasi antara kreativitas seni dan pemberdayaan ekonomi lokal menjadi kunci kemajuan Ambon sebagai kota musik.

“Ini luar biasa. Meski baru diluncurkan Desember lalu, BMM sudah mampu menunjukkan kualitas melalui event sebesar ini. Pemerintah Kota siap memfasilitasi penguatan ekosistem musisi lokal, termasuk pembentukan wadah hukum atau yayasan,” ujar Tukloy.
Pemkot Ambon juga berencana untuk mereplikasi kesuksesan acara ini ke empat kecamatan lainnya, dengan tujuan menciptakan kalender event musik yang konsisten di seluruh kota. Tukloy menekankan bahwa musisi perlu ruang ekspresi berkelanjutan untuk mengasah talenta agar mampu bersaing secara nasional.
Selain itu, puluhan UMKM yang terlibat dalam festival disebut sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. “Ini bukan sekadar panggung musik, melainkan sebuah komunitas ekonomi. Ada perputaran uang dan kreativitas di sini. Inilah wajah asli ekonomi kreatif Ambon,” jelasnya.
Momentum acara ini menjadi lebih spesial mengingat Kota Ambon baru saja ditetapkan masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata. Capaian tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendatangkan dukungan pendanaan untuk pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Menutup kegiatan, Tukloy menegaskan bahwa pemanfaatan ruang publik akan terus dibuka lebar bagi komunitas kreatif. Bagi dia, musik adalah identitas masyarakat Ambon yang harus dirawat sebagai media penyampai pesan damai sekaligus motor penggerak kesejahteraan masa depan.(CP-01)