Portal Berita Terkini Kebanggaan Orang Maluku

Indikasi Penyelewengan Dana Desa Kulur SBB Tampak Nyata di Depan Mata

Indikasi Penyelewengan Dana Desa Kulur SBB Tampak Nyata di Depan Mata

Piru, Cengkepala.com – Sejumlah pengamat dan lembaga terpercaya seperti Indonesian Corruption Watch (ICW) menduga terjadinya korupsi dana desa menggunakan pola-pola yang sama seperti pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai alias fiktif, mark up anggaran, tidak melibatkan masyarakat dalam musyawarah desa dan penyelewengan dana desa untuk kepentingan pribadi.

Hal ini yang kemudian melandasi pengklaiman adanya penyelewengan realisasi anggaran milik desa oleh pengelolahnya. Bukan tanpa bukti dan alasan, hal ini terjadi karena tidak komunkatif dan transparan terhadap masyarakat.

Faktor utama mengurangi penyelewengan dana desa adalah pengawasan dan apabila pengawasan lemah maka itulah penyebab suburnya korupsi dana desa.

Di desa kulur, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) misalnya. Salah satu masyarakat desa Kulur yang enggan namanya dipublis, membeberkan kepada media dugaan penyelewengan ADD/DD oleh pemerintah desa dengan membawakan soft copy laporan realisasi pelaksanaan APBDes 2017.

Indikasi penyelewengan yang disampikan berupa kegiatan Bidang Penyelenggaran Pemerintah Desa nomor 2.4 tentang Kegiatan Pilkades.

Padahal dijelaskan, menyoal item dalam bidang tersebut sudah jelas-jelas tidak dapat dimasukan dalam program. Karena, sistem adat yang mengikat harus sesuai aturan dan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat desa Kulur.

“Katong tahu sendiri, kalau di desa kulur itu raja/kepala desa menggunakan sistem keturunan atau ahli waris tahta. Jadi raja/kepala desa tidak melalui pemilihan seperti desa-desa administratif lainnya. Anehnya adalah dalam kegiatan ini ada anggarannya dan telah terealisasi dalam laporan,” ungkapnya.

Dikatakan, bukan saja keganjalan yang ditemui dalam kegiatan Pilkades. Tetapi juga ada kesemrautan realisasi anggaran. Kesemrautan tersebut nampak jelas dimana sejumlah masyrakat Kulur ini rata-rata membincangkan soal kegiatan pemeliharaan rumah layak huni, pembangunan jalan setapak dan lainnya.

“Sebut saja Pemilharaan Rumah Layak Huni. Padahal sesuai akar katanya Pemiliharaan dengan membangun sangat jelas. Dua suku kata ini memiliki perbedaan yang cukup jauh. Realitas dilapangan adalah bantuan yang disalurkan melalui DD/ADD yakni membangun bangunan bukan pemeliharaan atau merawat,” pungkasnya.

Pemeliharaan Rumah Layak Huni, Pengadaan Mesin Moleng Bangunan dan sejumlah kegiatan lain yang ditemui berbeda dengan laporan yang disampaikan sebagai pertanggung jawaban anggaran dalam APBDes 2017.

Menelusuri hal ini, redaksi mencoba untuk menghubungi bendahara desa kulur Lutfi Pattisahusiwa melalui via seluler Sabtu Malam (22/07/2018). Pattisahusiwa Lutfi menepis isu yang terlanjur menjadi buah bibir masyarakat setempat.

Dikatakan, soal kegiatan Pemilihan Kepala Desa saat ini tengah menunggu perintah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBB melalui perda negeri adat yang saat ini sementara digodok oleh DPRD SBB.

Dikatakan Lutfi, anggaran yang terlanjur dimasukan dalam pemilihan kepala desa digunakan untuk oprasional pulang pergi ibu kota kabupaten dalam rangka keperluan koordinasi.

“Untuk bantuan perawatan rumah layak huni, Lutfi menyatakan hanya pengadaan sejumlah kebutuhan renovasi bukan memulai dari pondasi,” tutup Lutfi.

Untuk diketahui, Bidang Penyelenggaran Pemerintah Desa nomor 2.2 dan 2.3 ada item oprasional kantor desa dan oprasional BPD. Sementara untuk pemilihan Kepala Desa masih menghiasi program tahun 2019.** (DK)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
about

Cengkepala.Com merupakan Portal Berita Terkini yang memuat berita-berita pilihan yang disediakan dalam sejumlah Rubrik.

Cengkepala.Com merupakan salah satu Service dari Tera Indo Pratama untuk  para client.

Our Service
  • Download Aplikasi Ojek Online
  • Daftar Ojek Online
  • Daftar Toko Online
  • Daftar Mobil Online
  • Jasa Pembuatan Website
  • Jasa Pembuatan Aplikasi 
  • Jasa Pasang Iklan

© 2017 – Tera Indo Pratama. All Rights Reserved.

error: Content is protected !!