INPEX dan DPRD Maluku Bahas Optimalisasi Manfaat Proyek Abadi Blok Masela bagi Warga
AMBON , CENGKEPALA.COM – Pengembangan Proyek Abadi di Blok Masela terus berjalan dengan mengedepankan keseimbangan antara kepentingan investasi dan kesejahteraan masyarakat daerah. Hal ini ditegaskan langsung oleh perwakilan INPEX dalam pertemuan kerja sama dengan Komisi III DPRD Provinsi Maluku dan PT Maluku Energi Abadi (MEA), Kamis (11/06/2026), di ruang rapat Komisi III DPRD Maluku. Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi dan merumuskan langkah nyata agar kehadiran proyek strategis nasional ini memberikan dampak ekonomi yang luas bagi warga Maluku.
Perwakilan INPEX, Rudi Imran, menjelaskan bahwa seluruh tahapan dan kebijakan yang diambil pihaknya selalu berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Pihaknya sangat menyambut baik dorongan dari DPRD Maluku agar manfaat proyek dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat.
Namun, ia menekankan bahwa upaya memenuhi target konten lokal sebesar 26,6 persen yang diharapkan memerlukan perencanaan yang matang, terukur, dan tidak boleh mengorbankan aspek teknis maupun keberlangsungan investasi.
“Kami sepenuhnya sepakat untuk memaksimalkan peran daerah dalam setiap tahapan proyek. Namun, untuk mencapai target 26,6 persen tersebut, kita harus merumuskan cara yang tepat. Tujuannya agar tercipta keseimbangan harmonis antara kepentingan masyarakat, kebutuhan teknologi khusus yang diterapkan, serta efisiensi biaya investasi agar proyek tetap berjalan lancar hingga selesai dan beroperasi,” ujar Rudi Imran.
Lebih lanjut ia menguraikan bahwa Proyek Abadi memiliki tingkat kerumitan yang sangat tinggi dan mengandalkan teknologi canggih yang saat ini baru dikuasai oleh sejumlah perusahaan besar di dunia. Oleh karena itu, peningkatan peran serta daerah dan penyerapan tenaga kerja lokal tidak dapat dilakukan secara sembarangan atau terburu-buru. Segala hal harus disesuaikan dengan standar teknis yang ketat agar tidak mengganggu kualitas operasional maupun keberlangsungan investasi jangka panjang yang telah ditanamkan.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, menyampaikan bahwa pihak legislatif akan terus mengawal setiap proses pengembangan proyek ini. Pengawasan difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu penyerapan tenaga kerja lokal sebanyak mungkin, pengembangan industri pendukung yang berbasis di Maluku, serta peningkatan kapasitas dan kemampuan usaha masyarakat daerah agar bisa ikut berperan dalam rantai pasok proyek.
“Kami ingin memastikan Proyek Abadi Masela tidak hanya menjadi aset besar milik negara, tetapi juga menjadi penggerak utama perekonomian Maluku. Proyek ini harus mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya di satu wilayah saja, tapi merata di seluruh daerah yang terdampak,” tegas Alhidayat Wajo di hadapan awak media.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang positif untuk menyusun kesepakatan bersama. Sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, pengelola proyek, dan investor diharapkan dapat berjalan harmonis, sehingga tujuan mulia dari proyek strategis ini—kemajuan ekonomi daerah dan kesejahteraan rakyat—dapat tercapai dengan hasil yang maksimal.(CP-01)