Insiden Patahnya Kapal Tongkang Di Wetar Utara, Ribuan Ton Material Tambang Tenggelam
Ambon,CENGKEPALA.COM – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di perairan sekitar Dermaga JT (Jetty) PT BTR (PT Batutua Tembaga Raya) yang adalah bagian dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang berlokasi di Kali Kuning Lerokis, Desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Pada tanggal 26 Agustus 2025, sebuah kapal tongkang mengalami patah pada bagian tengah saat tengah melakukan proses pemuatan material tambang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi sekitar pukul 09.00 WIT ketika kapal tongkang sedang memuat material OR (bijih) dari stockpile ke dalam kapal.
Saat proses pemuatan berlangsung, tiba-tiba bagian tengah kapal tongkang mengalami patah yang mengakibatkan seluruh material yang sudah berada di atas kapal tenggelam ke dasar laut. Kondisi kapal yang patah menyebabkan bagian tengah kapal tenggelam, sementara bagian depan dan belakang kapal terangkat ke permukaan air.
Diperkirakan sekitar 10.100 ton material OR ikut tenggelam bersama kapal tongkang. Padahal, kapasitas muat kapal tongkang tersebut adalah 10.500 ton, yang berarti muatan saat kejadian masih berada di bawah kapasitas maksimal. Selain material tambang, sebuah excavator juga ikut tenggelam akibat insiden ini. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Menanggapi insiden ini, GM Corporate Communication Merdeka, Tom Malik, melalui pesan WA kepada media ini pada Kamis (28/8) membenarkan kejadian tersebut. Tom menjelaskan bahwa PT Batutua Tembaga Raya (BTR) mengonfirmasi adanya insiden yang melibatkan tongkang pengangkut OR (bijih) tenbaga dari dermaga mereka di Pulau Wetar pada Selasa, 26 Agustus 2025 pagi.
“Tidak ada cedera yang melibatkan personel atau pihak lain akibat kejadian. Saat ini, prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan semua personel dan memitigasi potensi dampak lingkungan,” tegas Tom.
Untuk itu ungkapnya , PT BTR telah melaporkan kejadian ini kepada instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Provinsi Maluku dan Kantor Unit Pelaksana Pelabuhan (KUPP) Wonreli. Selain itu ,pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak berwenang serta sepenuhnya mematuhi arahan.
“Kami sedang melakukan investigasi menyeluruh terhadap kejadian ini dan akan memberikan informasi terbaru segera setelah informasi lebih lanjut tersedia,” lanjut Tom.
Terkait potensi pencemaran lingkungan akibat insiden tersebut, Tom menambahkan bahwa pihaknya langsung melakukan mitigasi untuk mengendalikan dan mencegah potensi dampak lingkungan. “Kami juga melakukan investigasi dan analisa untuk melaksanakan langkah-langkah perbaikan terhadap kejadian ini,” pungkasnya.
Menurutnya , Insiden patahnya kapal tongkang ini tentu menjadi perhatian serius, baik dari segi potensi dampak lingkungan maupun kerugian material yang ditimbulkan. (CP-01)