Lewerissa Serahkan BSPS 2025 di Hative Kecil, Target 2.998 Unit Rumah Tahun 2026
Ambon , CENGKEPALA.COM – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memimpin langsung proses serah terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2025 di Negeri Hative Kecil, Kota Ambon, Selasa ( 3/3/26). Serah terima yang ditandai dengan penyerahan Kunci secara simbolis kepada masyarakat penerima bantuan.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Anggota DPR RI Saadiah Uluputty, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Jhon Lewerissa , Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela, pimpinan OPD terkait, Kepala Balai Penyedia Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Maluku, Raja Negeri Hative Kecil, serta masyarakat penerima bantuan.

Dalam wawancaranya, Gubernur menyampaikan bahwa kehadiran Pemerintah Provinsi Maluku merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program perumahan rakyat. “Kami hadir di sini untuk seremoni penyerahan BSPS. Tahun ini sudah banyak rumah yang dibangun. Bahkan pada 2026, Maluku akan mendapatkan hampir 3.000 unit rumah, tepatnya 2.998 unit yang memperoleh fasilitas BSPS,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, atas perhatian terhadap kebutuhan rumah layak huni di Maluku. Gubernur menegaskan perjuangan mendapatkan alokasi tersebut dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, DPR RI, serta DPRD, dengan pendekatan berbasis data yang akurat.
“Kuncinya adalah data. Kita harus memastikan data yang diajukan benar-benar menggambarkan kondisi riil masyarakat Maluku. Dengan data yang valid, perhatian Pemerintah Pusat akan semakin kuat,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan telah menyurati Menteri Perumahan dan Permukiman untuk meminta penambahan besaran bantuan BSPS. Hal ini mengingat tingginya harga bahan konstruksi di Maluku dibanding daerah lain. “Tingkat kemahalan bahan bangunan di Maluku cukup tinggi. Karena itu kita minta agar biaya bantuan bisa disetarakan dengan daerah lain. Jangan melihat Maluku dengan kacamata Jakarta, tetapi berdasarkan realitas daerah,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat penerima bantuan dapat merawat rumah yang telah dibangun dan secara bertahap meningkatkan kualitasnya apabila memiliki kemampuan ekonomi lebih di kemudian hari. (CP-01)