Portal Berita Terkini Kebanggaan Orang Maluku

MUI, Klasis dan Perwakilan Uskup Kabupaten Kepulauan Aru Deklarasi Anti HOAX

MUI, Klasis dan Perwakilan Uskup Kabupaten Kepulauan Aru Deklarasi Anti HOAX

Aru, Cengekapala.com – Tiga pimpinan keagamaan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Klasis dan Wakil Uskup kabupaten kepulauan Aru menyatakan sikap anti HOAX pada Apel Bersama yang berlangsung di Lapangan Polres Kepulauan Aru, Senin (12/03). Deklarasi ini dilakukan karena maraknya berita bohong (HOAX) pada tahun politik 2018.

“Hoax ini musuh agama, rakyat dan negara. Ini menganggu keharmonisan dan membuat polarisasi di masyarakat,” ungkap kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Aru, Ismail Rumfot saat membacakan naskah Deklarasi Anti Hoax didampingi tiga pimpinan keagamaan dan sejumlah tokoh masyarakat

Seperti yang dirilis Kemenag Maluku di portal Humas kemenag menyebutkan, Naskah deklarasi tersebut ditandangani oleh unsur Pemda, Muspida dan Tokoh Agama setempat, serta disaksikan langsung sejumlah masyarakat yang hadir.

Dikatakan, Rumfot dalam pembacaan naskah deklarasi menegaskan poin ke satu, bahwa penyebaran hoax sudah menjadi musuh negara dan agama. Hoax sudah seperti saudaranya fitnah yang akan mengganggu stabilitas negara dan ketenangan di masyarakat.

Karena itu, pihaknya bersama penegak hukum akan terus melakukan perlawanan terhadap penyebar berita hoax di Indonesia khususnya di Maluku. “Kalau terbukti, kita mendukung penuh penegak hukum menyeret penyebar hoax sesuai dengan hukum berlaku,” tegasnya.

Maraknya isu hoax seperti pencatutan nama organisasi keagamaan GPM Maluku juga menurutnya membuat resah umat. Maluku yang tadinya kondusif dan harmonis menjadi resah karena isu hoax itu.

“Dengan adanya entitas ini, mudah-mudahan ketika menerima informasi harus ditelaah,” paparnya.

Selain menolak hoax, Rumfot menekankan, masyarakat di Kepulauan Aru juga tegas menolak adanya ujaran kebencian, politisasi isu-isu Agama dan berbagai bentuk provokasi yang dapat memecah-belah bangsa. Dari gerakan ini, harapan Rumfot, masyarakat di daerah lain bisa melakukan perlawanan terhadap hoax.

“Harapannya, banyak yang akan tergerak bergabung dalam inisiatif memerangi hoaxdi masa depan, bisa melalui media, ormas, dan jalur-jalur lain,” harapnya.

Sementara itu musisi tanah air berdarah Ambon Glend Fredly yang ikut hadir dalam deklaras Anti Hoax memuji langkah masyarakat Maluku khususnya di Kepulauan Aru dalam melakukan sosialisasi dan ajakan terhadap warga Tanah Air untuk memerangi berita palsu.

Menurut dia, inisiatif semacam ini bakal membantu pemerintah dalam mencegah peredaran hoax karena masyarakat bisa berperan aktif sebagai garda depan dengan menyaring mana informasi yang benar dan mana yang tidak.

“Pemblokiran (situs yang diduga penyebar hoax) itu tahap akhir. Situs-situs yang membahayakan segera dibumi hanguskan karena masyarakat bisa gampang mendistribusikan tanpa melihat dampak konten beritanya kepada masyarakat luas,” imbuh Glend Fredly.** (Djunus | Inmas/Zam)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
about

Cengkepala.Com merupakan Portal Berita Terkini yang memuat berita-berita pilihan yang disediakan dalam sejumlah Rubrik.

Cengkepala.Com merupakan salah satu Service dari Tera Indo Pratama untuk  para client.

Our Service
  • Download Aplikasi Ojek Online
  • Daftar Ojek Online
  • Daftar Toko Online
  • Daftar Mobil Online
  • Jasa Pembuatan Website
  • Jasa Pembuatan Aplikasi 
  • Jasa Pasang Iklan

© 2017 – Tera Indo Pratama. All Rights Reserved.

error: Content is protected !!