Musda X Golkar Ambon Dihentikan Mendadak, Instruksi Langsung dari Ketum Bahlil
AMBON, CENGKEPALA.COM – Musyawarah Daerah (Musda) X Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kota Ambon yang berlangsung di Ballroom Manise Hotel, Kamis (30/4/2026), berakhir dengan tanda tanya besar. Agenda yang baru saja dimulai itu tiba-tiba terhenti menyusul instruksi yang disebut datang langsung dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Suasana yang semula tertib mendadak berubah tegang saat sidang pleno dihentikan secara mendadak. Pengumuman ini disampaikan oleh Ketua Harian DPD Golkar Provinsi Maluku, Ridwan Rahman Marasabessy, di tengah forum.
Kejadian bermula dari dering telepon yang beberapa kali terdengar saat pembukaan berlangsung. Panggilan itu berasal dari Ketua DPD Golkar Maluku, Umar Ali Lessy. Beberapa menit setelah menerima panggilan tersebut, Ridwan berdiri dan menyampaikan keputusan yang mengejutkan bahwa Musda ditangguhkan.
Seisi ruangan sontak diliputi kebingungan. Tidak ada kericuhan atau konflik terbuka, namun forum demokrasi internal partai itu dihentikan tanpa penjelasan yang gamblang. Hingga berita ini diturunkan, para peserta masih bertahan di lokasi menunggu kejelasan kelanjutan acara.
Situasi ini terasa sangat kontras dengan pernyataan Ridwan sebelumnya. Ia sempat menegaskan bahwa Ketua Umum menginginkan seluruh proses berjalan normal tanpa intervensi.
“Ketum tidak memaksa siapa yang harus maju atau tidak. Semua kader punya kesempatan. Itu sikap adil,” ujarnya kala itu.
Namun fakta di lapangan berkata lain. Ironisnya, Musda ini sebenarnya hanya diikuti satu kandidat yang telah memenuhi syarat, yakni Steven Izaac Risakotta. Ia mengantongi dukungan dari lima Pengurus Kecamatan serta organisasi sayap AMPG dan KPPG.
Kondisi ini semestinya membuat proses berjalan mulus. Berbeda dengan daerah lain yang sering tersendat karena banyaknya kandidat yang bersaing, di Ambon justru dengan calon tunggal dan tanpa riak konflik, agenda ini malah dihentikan.
Keputusan ini pun menimbulkan pertanyaan serius di kalangan kader terkait konsistensi sikap partai terhadap prinsip demokrasi internal. Peristiwa ini menjadi ujian bagi soliditas Partai Golkar di Kota Ambon, sementara peserta kini hanya bisa menunggu kepastian kapan forum ini akan dilanjutkan kembali.(CP-01)