Pembersihan Lapak Pasar Batu Merah Dimulai, Persiapan Pembangunan Pasar Apung yang Dinanti
Ambon, CENGKEPALA.COM – Ronggongan dan suara mesin mulai terdengar di kawasan Pasar Batu Merah sejak dua hari yang lalu. Kini, pada hari ketiga pengerjaan, beberapa lapak yang selama ini menjadi tempat para pedagang berjualan mulai dibongkar satu per satu. Semua ini bukan tanpa tujuan, ini adalah langkah awal untuk mewujudkan pembangunan pasar baru yang sudah direncanakan lama yakni Pasar Apung, dengan target peletakan batu pertama berpotensi dilakukan pada bulan ini.
Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, Kamis (2/3/26) menyampaikan bahwa, penertiban dan pembongkaran lapak dilakukan untuk membuka akses bagi alat berat yang akan digunakan dalam pembangunan. Beberapa lapak perlu dibongkar agar jalur akses dapat ditempuh oleh pihak ketiga.
” Pembangunan pasar ini sudah direncanakan lama, namun baru saat ini pihak ketiga menunjukkan keseriusan untuk melanjutkan pelaksanaannya, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Negeri dan Pemerintah Kota Ambon sebagai bagian dari pembangunan kawasan dan kota secara keseluruhan,” ungkap Hatala.
Hatala menjelaskan , CV. ALICE TOMADALE ditunjuk sebagai pihak ketiga yang bertanggung jawab atas pembangunan pasar apung ini. Luasan proyek mencakup area dari permukaan darat hingga laut, dengan lebar sekitar 12 meter dan panjang sekitar 200 meter.
” Setelah selesai, pedagang yang saat ini berjualan di Pasar Batu Merah akan menjadi prioritas untuk mendapatkan tempat di pasar baru, sehingga kawasan semula dapat dikembalikan ke fungsi aslinya dengan trotoar, taman, dan jalan yang teratur,” tegasnya.
Selain itu Hatala menegaskan, hingga saat ini tidak ada penolakan dari para pedagang karena telah dilakukan komunikasi dan penyelesaian masalah secara bersama.
Hatala berharap , Setelah pasar apung selesai dibangun, ke depan tempat-tempat yang sekarang ini pedagang tempati, dapat kembalikan kepada fungsi semula. ” Kita akan kembalikan kondisi pasar batu merah , seperti ada trotoarnya, ada tamannya, dan jalannya kita kembalikan ke fungsi semula,” tandasnya.
Pada tempat yang berbeda , Pengawas pengerjaan, Ongen, menjelaskan bahwa kegiatan pembongkaran diusahakan selesai pada hari yang sama, tanpa adanya perlawanan dari pedagang.
“Pembongkaran ini juga akan menjadi tempat pemberhentian kapal tongkang yang membawa alat berat dan material pembangunan. Selama proses berlangsung, aktifitas lalu lintas tetap terjaga lancar,” jelasnya.
Menurutnya , Proyek yang akan ditandai dengan seremoni groundbreaking ini mengusung konsep “Batu Merah Water Front City”, yang memanfaatkan keindahan panorama Teluk Ambon sebagai daya tarik utama.
Selain itu katanya, proyek ini juga menjadi simbol transformasi dari kawasan perdagangan tradisional menuju ruang ekonomi modern yang terintegrasi dengan potensi wisata pesisir.(CP-02)