Peserta Australia Awards dan SKALA Lakukan Kunjungi Studi di Desa Hunuth
AMBON, CENGKEPALA.COM – Sebanyak 27 peserta Kursus Governance and Public Policy for Sub-National Government melakukan kunjungan studi ke Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Selasa, (27/1/26). Kegiatan ini merupakan bagian dari Post-course Workshop/Unit Studi Singkat Tata Kelola dan Penyusunan Kebijakan Publik Pemerintah Daerah di Indonesia Bagian Timur, yang diselenggarakan oleh Australia Awards di Indonesia bersama SKALA (Program Kemitraan Australia–Indonesia untuk Akselerasi Layanan Dasar).
Tujuan kunjungan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam pengembangan kebijakan publik, digitalisasi, serta administrasi pemerintahan, dengan fokus pada wilayah Indonesia Timur. Peserta berasal dari berbagai institusi pemerintah pusat dan daerah, antara lain Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Sekretariat Daerah, Bappeda/Baperda, BRIDA, Inspektorat, serta berbagai dinas seperti Kesehatan, Pendidikan, Sosial, Komunikasi dan Informatika, dan BPPK. Sebelumnya, mereka telah menyelesaikan masa pembelajaran selama dua minggu di University of Queensland, Australia, pada tanggal 6 hingga 17 Oktober 2025.
Desa Hunuth dipilih sebagai lokasi kunjungan karena termasuk dalam 15 desa/negari yang menjadi bagian dari Yayasan Rumah Generasi – mitra lokal Yayasan BakTI untuk Program Kemitraan Australia–Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (Program INKLUSI).
Sebagai pelaksana Program INKLUSI–BaKTI di Ambon, Yayasan Rumah Generasi bekerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon, OPD terkait, DPRD Kota Ambon, pihak media, dan masyarakat melalui Kelompok Kerja (Pokja) Inklusi.
Pokja Inklusi di Desa Hunuth memiliki peran penting dalam menangani kasus kekerasan dan isu perlindungan sosial, serta berkoordinasi langsung dengan pemerintah desa dan UPTD PPKA Kota Ambon. Selain itu, Pokja ini telah diakui sebagai lembaga desa yang berhak mendapatkan alokasi dana desa, berkat dukungan kebijakan dari Pemerintah Kota Ambon melalui KP3AMD (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Masyarakat Desa).
Pokja Inklusi membantu kelompok marginal yang sebelumnya tidak tercatat dalam data resmi, tidak memiliki administrasi kependudukan, tidak menerima bantuan sosial, dan belum terlayani oleh institusi terkait. Mereka juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam menyusun perencanaan dan anggaran desa, serta terlibat aktif dalam pembuatan kebijakan desa.
Untuk memperkuat tata kelola berbasis data, Desa Hunuth juga mengembangkan Pangkalan Data Desa berbasis web dengan dukungan Program INKLUSI dan Kemendikbudristek Yogyakarta. Data yang terkumpul mencakup informasi kelompok rentan dan marginal, yang diharapkan dapat diperbarui secara berkala untuk menjadi dasar perencanaan dan penganggaran desa yang lebih inklusif dan tepat sasaran.
Diharapkan para peserta dapat mengambil pelajaran praktis dari model pembangunan inklusif yang diterapkan di Desa Hunuth, sehingga dapat diadopsi dan disesuaikan dengan kondisi di daerah masing-masing.(CP-01)