Portal Berita Terkini Kebanggaan Orang Maluku

Peserta Kemah Budaya Telusuri Jejak Sultan Nuku di Teluk Waru SBT

Peserta Kemah Budaya Telusuri Jejak Sultan Nuku di Teluk Waru SBT

Bula, Cengkepala.com – Panitia dan Peserta Kemah Budaya Cabang (KBC) 2018 Seram Bagian Timur (SBT), memperkuat sejarah dengan melakukan napak tilas sejarah Sultan Nuku di Kecamatan Teluk Waru, dan melihat Iebih dekat sejarah, dan peninggalan makam para pengawal Sultan Nuku di Kecamatan Teluk Waru.

Peserta KBC 2018 saat meilntasi salah satu jembatan di Teluk Waru guna menelusuri sejarah Sultan Nuku di tanag tersebut.*** Foto/Im

Seperti diketahui Muhammad Amiruddin atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku adalah seorang sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan” Selama masa perang dengan VOC, Nuku disebut juga sebagai Jou Barakati, artinya Tuan Yang Diberkahi.

Perjalanan Napak Tilas Sultan Nuku atau Jou Barakate, yang di gelar oleh Panitia KBC 2018 Kabupaten SBT ini diceritakan salah satu tokoh yang banyak mengetahui tentang perjalanan orang tersohor ini yang memiliki kekuatan ilmu pengetahuan dan agama yakni Sultan Nuku oleh Ahya Ulumudin Kilbaren.

Dikatakan Ulumudin Kilbaren, Sultan Nuku dikenal sebagai sultan dari tidore sepanjang sejarah, Sebagai seorang sultan, sejak 1781 Nuku secara aktif melakukan perlawanan terhadap Belanda. Hal ini dilakukannya karena tidak senang dengan intervensi VOC dalam pengangkatan calon penerus Kerajaan Tidore. Karena keduanya cenderung menentang kehadiran Belanda maka mereka dianggap ancaman oleh Belanda.

“Untuk melancarkan serangannya terhadap Belanda, ia memilih Seram Timur, Maluku sebagai markas besarnya. Meskipun begitu, ia sering berpindah-pindah tempat guna mengatur strategi dan taktik serta terjun ke medan perang,” kata Ulumudin Kilbaren saat di wawancarai peserta KBC yang ikut dalam napak tilas tersebut, Kamis (30/08/2018).

Dalam kegaitan tersebut Ulumudin di dampingi Raja Teluk Waru serta Panitia KBC 2018 mengantarkan para peserta KBC 2018 di tempat peninggalan bersejarah di antaranya makam para pengawal sultan yang menghabiskan nafas terakhir di negeri teluk itu serta bekas rumah Sultan Nuku dan tempat-tempat lainya yang pernah menjadi tanda keberadaan orang teristimewah itu.

Sementara itu Bapak Raja Teluk Waru menceritakan kilas sejarah Sultan Nuku di tanah teluk dalam cerita tersebut bapak Raja menyampaikan, Sultan Nuku pada kala itu membangun armada Kora-kora Pulau Seram dan Irian Jaya dengan mendirikan basis pertahanan di Seram Timur Waru dan Sekitarnya.

Lebih lanjut Bapak Raja Teluk Waru menyampaikan Basis pertahanan Nuku berhasil direbut namun Nuku berhasil meloloskan diri. Nuku Muhammad Amiruddin mengalihkan basis pertahanan pasukannya di Pulau Gorom (Kataloka Ondor, dan Amarsekaru).

Ahmad Rifai Wokas salah satu panitia KBC 2018 menyampaikan, Para peserta dari perwakilan kwartir ranting yang ada di Kabupaten SBT yang diagendakan oleh Panitia KBC 2018 berkunjung ke negeri teluk di kecamatan Teluk Waru untuk melihat aktifitas masyarakat bukti kejayaan hidup masa Ialu dan mengalami rintangan masa kini dan meringkas tentang perjalanan dan tanda-tanda keberadaan Sultan Nuku.

“Upaya dalam napak tilas ini adalah memberikan pemahaman peserta pramuka khususnya peserta KBC 2018 yang ada di Kabupaten SBT tentang pelestarian nilai nilai sejarah dan budaya yang telah dilakukan dahulu dan sekarang yaitu pelestarlan demi kepentingan nilai-nilai budaya dan proses-proses yang pernah terjadl pada masa Ialu dan perkembangannya hingga kini serta pelestarian cagar budaya karena nilainya terhadap suatu peristlwa sejarah yang pernah terjadi pada masa Ialu,” pungkasnya.

Karena banyak problem sejarah dan budaya yang hilang dimakan jaman akibat dari masyarakat tidak sadar nila – nilai sejarahnya. Kegiatan ini juga memberikan masukan pada pemerintah Kabupaten SBT untuk terus menggali potensi sejarah yang ada di negeri ini lewat napak tilas KBC 2018 ini ada sebuah perubahan baru yang terus di kembangkan lewat sejarah dan budaya, terang Rifai Wokas kepada cengkepala.com.

Selanjutnya Rifai berharap Kabupaten yang bertajuk Ita Wotu Nusa dalam hal sejarah harus diperdayakan dilesatarikan, sehingga pelajar dan para generasi muda negeri akan dengan mudah mengetahui dan meresapi, memahami, mengingat dan menelusuri.

“Dengan demikian, akan timbul dan terbentuk rasa ikut memilih karena sangat panting bagi pelajar dan mahasiswa khususnya peserta pramuka di Kabupaten SBT sebagai generasi penerus bangsa dengan memahami melaksanakan dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa yang membentuk kepribadian sebagai jati diri bangsa, rasa nasionalisme, kebudayaan nasional, kepribadian nasional, dan etos bangsa akan terwujud.” harap Rifai mewakili panitia Kemah Budaya Cabang 2018.*** IM

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
about

Cengkepala.Com merupakan Portal Berita Terkini yang memuat berita-berita pilihan yang disediakan dalam sejumlah Rubrik.

Cengkepala.Com merupakan salah satu Service dari Tera Indo Pratama untuk  para client.

Our Service
  • Download Aplikasi Ojek Online
  • Daftar Ojek Online
  • Daftar Toko Online
  • Daftar Mobil Online
  • Jasa Pembuatan Website
  • Jasa Pembuatan Aplikasi 
  • Jasa Pasang Iklan

© 2017 – Tera Indo Pratama. All Rights Reserved.

error: Content is protected !!