Portal Berita Terkini Kebanggaan Orang Maluku

Si Tua Bangka “Buang” Ayah Pemerkosa Anak Sendiri, Divonis 18 Tahun Kurungan Denda 50 Juta

Si Tua Bangka “Buang” Ayah Pemerkosa Anak Sendiri, Divonis 18 Tahun Kurungan Denda 50 Juta

Ambon, cengekapala.com – Akhirnya sidang “situa bangka” ayah bejat pemerkosa anak kandung berumur delapan tahun Buang Papilaya alias Buang (46) tamat di Pengadilan Negeri (PN) Ambon. Si Tua Bangka divonis majelis hakim 18 tahun penjara, subsider enam bulan, denda Rp.50 juta. Vonis hakim tersebut sama sekali tidak melenceng dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, Inggrid Louhenapessy.

Dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim, Kamis, Jenny Tulak didampingi Esau Yarisetou dan Sofyan Parerungan selaku hakim anggota pada 04/05/2018 kemrian itu membuka persidangan dengan agenda putusan.

Dalam putusannya, hakim ketua mengatakan, terdakwa Buang Papilaya alias Buang dinyatakan bersalah melanggar pasal 81 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan pasal 287 ayat (1) KUHP dengan pidana 18 tahun penjara, subsider enam bulan, denda Rp.50 juta. Putusan hakim tersebut sama dengan JPU, namum yang dikurangi majelis hakim adalah subsider dan denda.

Seperti diberitakan sebelumnya, JPU dalam tuntutannya menjelaskan, pada tanggal 17 Oktober 2017 sekitar pukul 03.00 WIT terdakwa (Buang) dengan kekerasan memaksa anak kandungnya YP yang berumur 8 tahun untuk melakukan persetubuhan.

“Awalnya korban keluar dari rumah bibinya di kawasan Batu Meja, Kecamata Sirimau, Kota Ambon menuju tempat kos ayahnya di Kadewatan tetapi kamar kos dalam posisi terkunci sehingga dia melanjutkan perjalanan ke pasar dan terminal Mardika untuk bermain sambil mencari ayahnya (terdakwa),”kata JPU

Setelah di terminal Mardika, lanjut JPU, korban tiba-tiba mendengar namanya dipanggil terdakwa dan dia merasa takut sehingga berupaya melarikan diri. Namun akhirnya ditangkap pelaku lalu membawanya ke arah jembatan dekat taman tempat penjualan buah-buahan di kawasan Pantai Losari.

Nah, tambah JPU, setelah sampai di tempat yang dituju, terdakwa langsung melancarkan aksi bejatnya. Terdakwa langsung memperkosa korban. Usai memperkosa korban, terdakwa langsung membawa korban menggunakan becak menuju terminal Mardika dan meletakkan korban di dekat sebuah pot bungan depan Kantor BCA cabang Mardika.

“Pada paginya, barulah korban ditemukan warga. Saat ditemukan korban dalam kondisi kritis dan mengalami pendarahan hebat akibat luka di sekitar alat fitalnya,”

Dengan demikian, kami meminta kepada yang terhormat majelis hakim yang mengadili perkara ini agar menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa 18 tahun penjara, subsider 1 tahun, denda Rp.1 milyar, karena perbuatan terdakwa telah melanggar pasal 81 ayat (3) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan pasal 287 ayat (1) KUHP. Usai mendengar putusan, JPU dan kuasa hukum terdakwa, Marcel J Hehanusa menyatakan menerima putusan majelis hakim.** (QM)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
about

Cengkepala.Com merupakan Portal Berita Terkini yang memuat berita-berita pilihan yang disediakan dalam sejumlah Rubrik.

Cengkepala.Com merupakan salah satu Service dari Tera Indo Pratama untuk  para client.

Our Service
  • Download Aplikasi Ojek Online
  • Daftar Ojek Online
  • Daftar Toko Online
  • Daftar Mobil Online
  • Jasa Pembuatan Website
  • Jasa Pembuatan Aplikasi 
  • Jasa Pasang Iklan

© 2017 – Tera Indo Pratama. All Rights Reserved.

error: Content is protected !!