Cengkepala

Sikapi Kasus Bullying di Sekolah, Laturiuw: Jangan Tunggu Besar Baru Ditangani

AMBON,CENGKEPALA.COM – Menyikapi kasus perundungan atau bullying yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kota Ambon beberapa waktu lalu, Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw, menekankan pentingnya langkah pencegahan yang maksimal.

Hal ini disampaikan Laturiuw kepada awak media di Balai Rakyat Kota Ambon, Selasa (28/4/2026).

Laturiuw menegaskan bahwa penanganan masalah di lingkungan pendidikan tidak boleh menunggu hingga kasus membesar atau menimbulkan korban jiwa. Semua pihak, mulai dari sekolah, dinas terkait, hingga orang tua, harus bergerak cepat sejak dini.

“Kita tidak boleh menunggu sampai kasusnya besar baru ditangani. Sebetulnya tindakan-tindakan preventif atau pencegahan sudah harus lebih awal dilakukan. Ada pengawas sekolah, ada juga dari Dinas Pendidikan, jadi tugas dan tanggung jawab itu sudah jelas,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini melalui Kurikulum Merdeka, pembentukan karakter dan kepribadian siswa sudah menjadi bagian penting dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga harus memperhatikan dampak psikologis yang mungkin dialami anak-anak.

” Kenapa soal kepribadian dan pembentukan karakter juga sudah masuk di dalam kurikulum? Artinya itu juga sudah menjadi perhatian. Jadi bukan pada persoalan belajar mengajarnya saja, tapi hal-hal yang memberikan dampak juga secara psikologi pada anak-anak itu juga harus menjadi perhatian khusus,” ujarnya.

Laturiuw juga menyoroti bahwa pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Peran serta orang tua sangat krusial dalam mencegah dan menangani kasus seperti ini.

“Pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Partisipasi dan peranan orang tua juga merupakan kata kunci. Pertemuan antara pihak sekolah dengan orang tua murid sebetulnya wajib dilakukan sejak awal, jadi tindakan preventif itu bukan sekadar ucapan tapi ada tindakan nyata. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali, murid dibully oleh temannya,” tambahnya.

Politisi Gerindra ini juga menegaskan agar persoalan di lingkungan sekolah segera diselesaikan dengan musyawarah, tidak dibiarkan berlarut-larut sehingga mengganggu kenyamanan belajar siswa.

“Tugas pendidik itu bagaimana mencerdaskan anak bangsa, itu saja sudah selesai. Jangan lagi sibuk berdebat soal hal-hal yang tidak penting. Segera dipanggil, duduk bersama, dibicarakan baik-baik, supaya murid-murid kita hadir ke sekolah betul-betul mendapatkan suasana yang nyaman untuk belajar,” pungkasnya.(CP-01)

Views: 2