Portal Berita Terkini Kebanggaan Orang Maluku

Syarat Kepentingan, IKBH Tidak Berhak Intervensi Persoalan Adat

Syarat Kepentingan, IKBH Tidak Berhak Intervensi Persoalan Adat

Piru, cengkepala.com Persoalan adat tidak bisa dibawah ke masalah politik. Tidak pantas juga ada salah organisasi penguyuban mengomentari hal tersebut, apalagi melakukan aksi yang tentu menyita perhatian masyarakat Seram Bagian Barat (SBB) karena itu bukan kompetensinya. Sebaiknya diserahkan ke lembaga adat yang punya kopentensi dan mengetahui benar sejarah-sejarah negeri adat di SBB.

Hal ini disampaikan tokoh masyarakat SBB, yang juga anggota PB Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Syam Atapari kepada wartawan Jumaat (10/08).

Samson Atapari dalam sebuah presentasi persoalan adat.***Dokumentasi Pribadi

“Pemda SBB tidak bisa diam, harus ambil peran memfasilitasi untuk menghidupkan kembali lembaga adat 3 Batang Air dan setelah itu dibuat Perda untuk melegitimasi fungsi dan peran lembaga adat tersebut,” ungkapnya.

Dijelaskan, hal ini sehingga lembaga adat tersebut juga bisa membantu Pemda dalam persoalan-persoalan adat yang terjadi di SBB. Lembaga adat tersebut juga diberikan fungsi dan peran untuk bisa melakukan sidang adat untuk pengambilan keputusan yang strategis dan penting kaitan dengan sengketa adat.

“Bicara persoalan hak ulayat atau petuanan di Maluku termasuk SBB harus hati-hati, karena tidak ada satu versi tapi banyak versi, tergantung interpretasi dan kepentingan dari masing-masing negeri,” akuinya.

Djelaskan, batas-batas tanah petuanan di Maluku, sejak dulu tidak pernah ada yang didokumentasikan secara tertulis tapi semuanya adalah bukti oral/cerita tuturan dari masing-masing negeri.

Aksi IKBH, Fadli Bufakar selaku koordinator lapangan*** Foto/cengkepala.com

Kalau mempelajari sejarah, lanjut mantan anggota DPRD Provinsi itu, penentuan batas tanah petuanan bukan didasarkan atas kesepakatan adat yg dilakukan antar negeri adat di jaman dulu, tapi ditentukan oleh Belanda secara sepihak tanpa duduk adat secara bersama2 dengan negeri-negeri adat.

“Dan kita semua tahu Belanda masuk menjajah Indonesia termasuk Maluku tujuan utamanya adalah kepentingan ekonomi dan politik untuk menguasai Sumber Daya Alam (SDA), termasuk tanah. Supaya Belanda mudah menguasai SDA, maka Belanda menetapkan batas2 tanah dgn cara politik Devide et Impera (adu domba),” ungkapnya.

Belanda tidak kumpul secara bersama-sama di satu meja seluruh negeri2 adat lalu bersama2 menyepakati batas-batas ulayat atau petuanan, tapi cara yang dilakukan Belanda adalah panggil masing-masing negeri secara lalu menyampaikan batas-batas petuanan negeri tersebut (ini taktik Belanda adu domba negeri2 adat di Maluku yg disebut dgn Politik Devide et Impera).

“Lalu itu kemudian menjadi sejarah tuturan/cerita dr masing2 negeri untuk masy negerinya secara turun temurun, tanpa mengkonfirmasikan ke negeri tetangga yg lain (jaman dulu orang sulit berkunjung bicara adat dr satu negeri ke negeri yg lain karena tidak ada jalan & transportasi serta masih dlm jajahan Belanda & Belanda mengawasi gerak gerik orang di jaman itu),” tuturnya.

Ratusan masa IKBH di gedung DPRD SBB*** Foto/cengkepala.com

Cara Belanda tersebut, akhirnya sampai sekarang konflik batas petuanan terjadi terus, bahkan ada negeri yg tidak mengakui negeri lain. Ini bukan terjadi di SBB saja, tapi terjadi di seluruh Maluku.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, aksi demonstrasi Ikatan Keluarga Besar Huamual (IKBH) pada Kamis (09/08/2018) menuntut DPRD SBB menggagalkan Lokki menjadi negeri adat.*** DK

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
about

Cengkepala.Com merupakan Portal Berita Terkini yang memuat berita-berita pilihan yang disediakan dalam sejumlah Rubrik.

Cengkepala.Com merupakan salah satu Service dari Tera Indo Pratama untuk  para client.

Our Service
  • Download Aplikasi Ojek Online
  • Daftar Ojek Online
  • Daftar Toko Online
  • Daftar Mobil Online
  • Jasa Pembuatan Website
  • Jasa Pembuatan Aplikasi 
  • Jasa Pasang Iklan

© 2017 – Tera Indo Pratama. All Rights Reserved.

error: Content is protected !!