Portal Berita Terkini Kebanggaan Orang Maluku

Tercemari Zat Kimia, Mahasiswa Uniqbu Tuntut Tutup PT. BPS

Tercemari Zat Kimia, Mahasiswa Uniqbu Tuntut Tutup PT. BPS

Namlea, cengkepala.com – Menindak lanjuti hasil dialog publik yang dilakukan di kampus Iqra Buru beberapa waktu lalu terkait bahaya zat kimia berbahaya di kabupaten Buru terkhusus kota Namlea, Mahasiwa yang tergabung dalam lembaga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Iqra Buru (Uniqbu) melakukan aksi demonstrasi.

Aksi mahasiswa tersebut dipusatkan pada tiga titik yang berbeda, yakni di gedung DPRD, Kantor PT. BPS dan Polres Pulau Buru.

Informasi yang himpun media ini Kamis (20/08), aksi digelar pada tanggal 19/09/2018.

Demonstrasi yang dilakukan, dengan poin-poin tuntutan diantaranya, menutup PT. BPS yang di duga berdasarkan bukti-bukti telah memasukan bahan kimia B.3 berjenis jin chan.

Sahril Lesnusa, Sekjend BEM Uniqbu menegaskan bahwa PT BPS telah melakukakn pelanggaran MOU, yang di sepakati dengan pemerintah provinsi, yang di mana, dalam kesepakatan perusahan tersebut dengan pemprov adalah pengangkatan sedimen, namun dari hasil infestigasi bem uniqbu dan dialog publik yg di lakukan di kampus, perusahan PT. BPS telah melakukan aktifatas pertambangan liar di Kali anhoni.

“Kami menilai itu adalah sebuah pelanggaran terhadap UU no 4 tahun 2009, tentang mineral dan batu bara, serta permen SDM no 34 tahun 2017 tentang perijinan usaha pertambangan,” jelasnya

Lesnusa menyampaikan bahwa hasil penjelasan pihak Polres Pulau Buru lewat dialog pablik di kampus uniqbu, BPS tidak mampu membuktikan 16 ijin kepada penyidik saat di perikasa, dan juga di saat dialog tidak memiliki dasar-dasar argumentasi hukum yang sesuai undang-undang.

Ia menegaskan, bahwa BPS tidaklah jauh berbda dengan para penambang liar yang bekerja juga di gunung botak, perbedaannya hanyalah BPS melakukakn pengelolaan emas secara besar-besaran di wasboli dan di lakukan secara manual tanpa ada teknolgi (smelter).

“Mereka hanya menggunakan pola rendaman untuk melakukan pemurnian emas seperti penambng liar dengan menggunakan bahan kimia berbahaya, dan ini lebih berbahaya dari penambangan liar, karna di lakukan dengan skala yg lebih besar oleh perusahan PT BPS, dan lebih mengancam kehidupan masyrakat kab buru (kematian) dan kerusakan lingkungan (ekolgi)” tegas Sahril.

Dalam aksi tersebut masa menuntut dan mendesak kepada pihak kepolisian agar segera memproses Para aktor-aktor BPS dalam pertambangan liar ini, dan mempolice line segala aktifitas PT. BPS.

Orator lain menyampaikan, bahwa BPS adalah biang kerok dari tepcah belahnya raja petuanan kayeli.

“Sebagai anak adat saya Abdul Nurlatu mengutuk keras Kebiadaban BPS dengan politik adu domba” Ujar Abdul salah satu peserta aksi.

Dalam orasinya Abdul juga mengatakan bahwa ada upaya membujuk pemangku adat agar mencabut sasinya di areal kerja PT. BPS dengan imbalan gaji dari perusahan.

“Tadi malam pasca kami dan raja petuanan kayeli fandi wael melakukan sasi adat, nico nurlatu mencoba mengiming-imingkan uang dan gaji per bulan sebesar 5 juta dari perusahan PT. BPS kepada beberapa pemangku adat dataran tinggi di antaranya manggahe nurlatu dan manan losi nurlatu, yang juga merupakan om saya, untuk melakuan pencabutan sasi adat, namun secara tegas kami klompok adat menolak tawaran uang sodar niko tersebut, karna kami mengharagi raja sebagai pemimpin kami di petuanan kayeli” ungkap Abdul yang juga merupakan salah satu putra adat tersebut.**** MR

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
about

Cengkepala.Com merupakan Portal Berita Terkini yang memuat berita-berita pilihan yang disediakan dalam sejumlah Rubrik.

Cengkepala.Com merupakan salah satu Service dari Tera Indo Pratama untuk  para client.

Our Service
  • Download Aplikasi Ojek Online
  • Daftar Ojek Online
  • Daftar Toko Online
  • Daftar Mobil Online
  • Jasa Pembuatan Website
  • Jasa Pembuatan Aplikasi 
  • Jasa Pasang Iklan

© 2017 – Tera Indo Pratama. All Rights Reserved.

error: Content is protected !!