Portal Berita Terkini Kebanggaan Orang Maluku

Tidak Sesuai Bastek Proyek Jembatan 1.6 Milyar di Dobo Dibongkar Paksa

Tidak Sesuai Bastek Proyek Jembatan 1.6 Milyar di Dobo Dibongkar Paksa

Ambon, cengekapala.com – Proyek jembatan di kawasan Bambu Kuning, Kepulauan Aru, Kota Dobo dibongkar paksa dinas Pekerjaan Umum setempat. Proyek yang menggunakan Tahun Anggaran (TA) 2017 ini sebelumnya dikerjakan oleh CV Mitra Permai Mandiri senilai Rp1.6 miliar.

Pembongkaran lantaran temuan dinas PU lantaran mendapati Direktur CV Mitra Permai Mandiri, Adengky Tunggal merubah kopel bawah jembatan yang seharusnya 1 meter menjadi 20 centi meter (cm).

“Kami sudah layangkan pemberitahuan kedua kepada direktur CV Mitra Permai Mandiri. Pemberitahuan ini merupakan langkah progres Bupati (Johan Gonga) terkait hasil laporan pemeriksaan inspektorat terhadap proyek jembatan itu,” ungkap Kadis PU Kepulauan Aru, Edwin Nanlohy, dikonfirmasi via telefon, Selasa (24/4).

Nanllohy menyatakan, instruksi Bupati berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat, maka direktur CV Mitra Permai Mandiri (Adengky Tunggal) harus segera lakukan pengembalian sejumlah uang, serta diharuskan melakukan pembongkaran oprit jembatan kemudian mengerjakannya kembali.

“Jadi sesuai hasil pemeriksaan Inspektorat tersebut, Bupati menginstruksikan lakukan pembongkaran, serta pengembalian uang timbunan Rp.121 juta. Nah, selain temuan Inspektorat, ada juga temuan BPK senilai Rp.134 juta. Dan ini harus dikembalikan. Jadi intinya oprit itu harus dibongkar lalu dikerjakan kembali karena tidak sesuai bestek,”beber Nanlohy.

Setelah Ia melayangkan pembritahuan kedua kepada PPK, Juneidy, maka Ia berharap Juneidy (PPK) segera bertindak dan memerintahkan direktur CV Mitra Permai Mandiri (Adengky Tunggal) untuk berproses sesuai instruksi Bupati.”Ya PPK harus cepat, panggil kontraktor lalu arahkan dia kerja sesuai instruksi Bupati, kalau tidak mau tersandung hukum,”imbuhnya

Perihal pengerjaan proyek yang tampak abal-abal ini, politisi Hanura, Manda Imanuel Parsin katakan, proyek dengan anggaran Rp. 1,6 milyar yang bersumber dari APBD Kepulauan Aru tersebut seharusnya diawasi pekerjaannya dengan baik oleh PPK, sebab kalau tidak diawasi dengan baik maka sangat rentan kecurangan.

“PPK punya kewenangan penuh untuk mengawal proyek dimaksud. Kalau tidak dikawal ya seperti yang terjadi.? Kontraktor kerja sesukanya saja untuk meraup keuntungan,” tandas Parsin

Olehnya itu dia berharap, Bupati harus tegas, kalau ada temuan pekerjaan tidak sesuai bestek, maka buka ruang untuk pihak penegak hukum untuk menanganinya, sehingga ada efek jera.”Saya harap Bupati tegas, dan berikan ruang bagi aparat penegak hukum kalau ada temuan seperti jembatan tersebut, sehingga ada efek jera bagi yang lain. Ini uang rakyat jadi harus digunakan baik-baik demi pembangunan daerah ini,” ungkapnya .**  (QM)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
about

Cengkepala.Com merupakan Portal Berita Terkini yang memuat berita-berita pilihan yang disediakan dalam sejumlah Rubrik.

Cengkepala.Com merupakan salah satu Service dari Tera Indo Pratama untuk  para client.

Our Service
  • Download Aplikasi Ojek Online
  • Daftar Ojek Online
  • Daftar Toko Online
  • Daftar Mobil Online
  • Jasa Pembuatan Website
  • Jasa Pembuatan Aplikasi 
  • Jasa Pasang Iklan

© 2017 – Tera Indo Pratama. All Rights Reserved.

error: Content is protected !!