Tutup Turnamen Gawang Mini Perempuan, Wali Kota : Olahraga Media Pemersatu
Ambon , CENGKEPALA.COM – Di tengah euforia perhelatan Piala Dunia 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan Turnamen Gawang Mini Perempuan Tahun 2026.
Kegiatan olahraga rekreasi ini resmi ditutup di Stadion Gawang Mini Galala, Ambon, Sabtu (20/6/26) malam, oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.
Turnamen ini sukses terselenggara berkat kolaborasi antara Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Ambon, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Rurehe, serta Pemerintah Desa Galala.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa esensi utama dari olahraga tim seperti gawang mini ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan tentang bagaimana memupuk nilai-nilai positif di tengah masyarakat.
“Lewat olahraga ini, kita tidak hanya berbicara tentang kesehatan fisik, tetapi bagaimana kita belajar membangun kebersamaan, kerja sama, kolaborasi, saling menghargai, serta kerelaan untuk berbagi di dalam sebuah tim,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa ajang olahraga harus menjadi media pemersatu yang kuat bagi seluruh warga kota. Di tengah perbedaan pandangan politik maupun dukungan tim sepak bola dunia yang tengah berlangsung, persatuan warga Ambon harus tetap menjadi prioritas utama.
Suasana penutupan juga berlangsung cair dan penuh keakraban saat menyenggol dinamika dukungan warga kota terhadap tim-tim besar dunia seperti Belanda, Argentina, Brasil, hingga Inggris. Bahkan, Wali Kota mengajak semua warga untuknonton bareng (nobar) eksklusif bersama Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia di Lapangan Merdeka.
Menutup arahannya, Wali Klta menitipkan pesan mendalam terkait sportivitas kepada seluruh peserta turnamen. Dengan nada berkelakar namun sarat makna, warga diingatkan untuk tidak patah arang, terutama mengingat lokasi stadion yang berada persis di bawah ikon Jembatan Merah Putih (JMP).
“Saya selalu bilang, yang juara jangan jumawa, yang kalah jangan putus asa. Jangan sampai karena seng (tidak) juara lalu mau lompat dari JMP. Hidup ini bukan cuma soal hari ini, kesempatan masih terbuka lebar di turnamen tahun depan,” pesannya yang disambut tawa dan tepuk tangan para suporter.
Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada seluruh perangkat pertandingan, khususnya para wasit yang telah memimpin dengan adil dan jujur, serta seluruh suporter yang menjaga ketertiban hingga turnamen ini sukses berjalan dengan aman dan meriah.
Ditempat yang sama, Ketua Umum KORMI Kota Ambon, Lisa Wattimena mengatakan dalam turnamen ini Perempuan tidak hanya menjadi penonton tapi aktor utama di lapangan.
‘Hal ini terbukti ketika selama turnamen berlangsung kita semua telah disuguhkan pertandingan yang tidak hanya seru tetapi juga menginspirasi bahwa olahraga gawang mini bukan hanya untuk kaum laki-laki” ujarnya.
Dirinya menandaskan dengan olahraga bukan sekedar mengejar prestasi tapi bagaimana membangun kebersamaan, menjaga kebugaran tubuh dan melepaskan penat dengan kegembiraan. Untuk itu KORMI akan mengusulkan Gawang Mini ke Pusat sebagai Salah satu cabang olahraga rekreasi.
“Kami berencana akan menjadikan gawang mini sebagai olahraga yang bedasal sari Kota Ambon dan diusulkan ke pusat sebagai bbagian dari olahraga rekreasi sehingga nantinya tujuan umum dari KORMI yakni mempromosikan, memgembangan, dan meningkatkan partisipasi Masyarakat dalam berbagai kegiatan olahraga baik secara kompetitif maupun rekreasi dapat tercapai,” pungkasnya.(CP-01)