Cengkepala

Wagub Vanath : Belanja Pemerintah Lambat, Ekonomi Terancam

Ambon,CENGKEPALA.COM – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menyoroti dampak lambatnya belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi. Pernyataan ini disampaikan usai pembukaan Rakerda IWAPI DPD Maluku di Kamari Hotel, Ambon, Kamis (21/8).

Vanath menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Maluku melambat karena belanja pemerintah, khususnya untuk proyek, belum berjalan optimal. “Pertumbuhan ekonomi kita di Maluku ini melambat akibat belanja pemerintah yang belum jalan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memaksimalkan penyerapan anggaran dalam empat bulan terakhir tahun anggaran. “Tinggal empat bulan ini kalau tidak bisa dimanfaatkan secara baik, pertumbuhan ekonomi akan semakin turun,” tegasnya.

Dalam nada canda, Vanath meminta anggota IWAPI yang suaminya pejabat untuk mengingatkan agar anggaran segera disalurkan. “Bisikkan suaminya, duitnya jangan ditahan di pemerintah daerah, programnya jangan terlalu lama ditahan, nanti pertumbuhannya lambat,” katanya.

Vanath menekankan bahwa keterlambatan penyaluran anggaran akan mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat, menurunkan daya beli, dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Menghadapi potensi pemangkasan anggaran tahun depan, Vanath mendorong kepala daerah untuk lebih kreatif. “Tahun depan itu harus ada kreativitas kepala daerah yang tinggi karena kemungkinan ada pemangkasan anggaran,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa rancangan RAPB 2026 menunjukkan potensi pengurangan dana transfer daerah sebesar 300 triliun untuk seluruh Indonesia.

Vanath mengingatkan kepala daerah untuk memahami kondisi ini dan tidak menahan anggaran. “Kepala daerah harus mengerti soal ini, sehingga duitnya biar sedikit tapi jangan ditahan,” imbuhnya.

Ia memberikan analogi sederhana mengenai pentingnya percepatan penyerapan anggaran. “APBD untuk setahun itu untuk 365 hari. Kalau sampai Agustus ini masih ditahan, programnya belum jalan, proyek belum jalan, tukang sensor kayu tidak dapat duit… Kalau duitnya ditahan di bank, gitulah kira-kira,” pungkasnya.(CP-01)

Views: 8