Wujudkan 17 Program Prioritas Walikota dan Wakil Walikota, PUPR Ambon Targetkan 491 Sambungan Rumah Air Bersih
Ambon, CENGKEPALA.COM – Tahun 2025 menjadi momen penting bagi Pemerintah Kota Ambon dalam memperkuat penyediaan air bersih, sebagai tahap awal pelaksanaan 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Walikota di sektor tersebut.
Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kota Ambon, Melianus. Latuhamallo, kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (10/12/25) mengungkapkan, bahwa program ini didanai dari dua sumber yakni APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan lokasi pekerjaan tersebar di daerah-daerah yang dianggap strategis berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Untuk pendanaan DAK, pekerjaan difokuskan di Kayu Putih, Kelurahan Lateri, dan Desa Batu Merah Warasia – di mana sebagian proyek sudah memasuki tahap akhir bahkan selesai. Sedangkan pekerjaan yang menggunakan APBD mencakup Benteng Karang, Halong Atas dan satu lokasi lainnya.
Bekerjasama dengan Perumda Tirta Aponno, program ini bertujuan untuk memasang 491 Sambungan Rumah (SR), dengan 191 di antaranya dibiayai oleh DAK. “Dua lokasi sudah selesai beroperasi, sementara satu lokasi lain masih dalam proses penyiapan,” katanya.
Namun, terdapat tantangan di BTN Kebon Cengkeh karena sumber air belum berhasil ditemukan. Pemerintah merencanakan mencari sumber alternatif pada tahun 2026 agar kebutuhan warga di sana tetap terpenuhi.
Total nilai kontrak seluruh pekerjaan diperkirakan mencapai Rp8,8 miliar, dengan Rp7,35 miliar berasal dari APBD. Selain itu, Rp2,25 miliar dialokasikan untuk Perumda Tirtayasa dan Rp3,3 miliar untuk kegiatan fisik lain di sektor air bersih.
Pemerintah juga melakukan perbaikan jaringan air bersih yang sudah lama tidak berfungsi, salah satunya di Methos yang sebelumnya menggunakan tenaga surya. Kini jaringan tersebut telah dihubungkan ke sumber air PT Daya Penuh melalui pipa dari Jembatan Batu, sehingga distribusi air kembali lancar.
Latuhamallo menegaskan bahwa Dinas PUPR telah menyiapkan rencana pengembangan jaringan tahun 2026 untuk wilayah yang sangat membutuhkan, seperti Lateri, Wayame, dan Tirta. “Meskipun ada keterbatasan anggaran, kami tetap memprioritaskan agar masyarakat Ambon mendapatkan akses air bersih yang layak,” pungkasnya. (CP-02)