Portal Berita Terkini Kebanggaan Orang Maluku

WWF Malra Imbau Masyarakat Jaga Ekosistem Kepiting, Lobster dan Rajungan

WWF Malra Imbau Masyarakat Jaga Ekosistem Kepiting, Lobster dan Rajungan

Langgur, Cengkepala.com – Menyikapi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia tentang Kepiting Bakau, Lobster dan Rajungan yang sudah menjadi salah satu prioritas pemerintah, maka WWF Maluku Tenggara (Malra) menghimbau kepada masyarakat agar menjaga ekosistem dan pelestariannya.

“Kita memang menghimbau kepada masyarakat agar menjaga wilayah atau perairan tempat berkembangnya Kepiting Bakau (Scylla spp), Lobster (Panulirus spp) dan Rajungan (Pelagicus spp). Karena Menteri KP telah mengeluarkan PERMEN-KP Nomor 1 Tahun 2015, tentang penangkapan lobster, kepiting bakau dan rajungan. Ada beberapa hal yang diatur terkait komoditas kepiting bakau dalam PERMEN-KP tersebut.Yakni, batas minimal panjang karapas, berat serta pelarangan tangkap terhadap kepiting yang bertelur,” himbau koordinator WWF Maluku Tenggara, Andreas Ohoiulun kepada media ini di kantornya, Rabu, 19/07/2018.

Sejalan dengan hal tersebut, lanjut Andreas, WWF Indonesia menerbitkan Better Management Practices (BMP) seri panduan penangkapan dan penanganan yang lestari untuk komoditas perikanan kepiting bakau.

“Nah, menyikapi hal ini maka kami (WWF), melihat sumber daya kepiting bakau di Maluku Tenggara, cukup potensial dengan luas ekosistem mangrove 959,05 Hektare yang berpusat pada Teluk Hoat Soarbay, yang termasuk dalam wilayah Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kei Kecil, serta pulau-pulau dan perairan di sekitarnya, Kabupaten Maluku Tenggara,” imbuhnya

Oleh karena itu, menurut dia,pengelolaan terhadap komoditas kepiting bakau sebisa mungkin diarahkan menuju praktik ramah lingkungan dan berkelanjutan, melalui program perbaikan perikanan (Fisheries Improvement Program/FIP) kepiting bakau di teluk Hoat Soarbay, Maluku Tenggara.

“Nah, demi mendukung praktek penangkapan kepiting bakau yang lestari, kami melakukan pelatihan BMP yang melibatkan kelompok nelayan Sinar Abadi bersama dengan WWF, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Malra, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malra serta akademisi dari Universitas Pattimura, Ambon pada tanggal 01 Juni 2016 lalu,” terangnya

Diasinggung tentang apresiasi pemda dan kelompok nelayan, kata dia, Kegiatan pelatihan itu sangat diapresiasi pemda karena membawa dampak baik bagi ekosistem biota laut yang ada. Khususnya kepiting bakau dan lainnya.

“pokokya kita akan terus memberikan pemahaman terhadap masyarakat nelayan terhadap pentingnya menjaga dan melindungi ekosistem wilayah perairan dimana Lobster, Kepiting Bakau dan Rajungan itu berkembang biak agar selalu terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama”, pungkasnya.** (QM/AW)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
about

Cengkepala.Com merupakan Portal Berita Terkini yang memuat berita-berita pilihan yang disediakan dalam sejumlah Rubrik.

Cengkepala.Com merupakan salah satu Service dari Tera Indo Pratama untuk  para client.

Our Service
  • Download Aplikasi Ojek Online
  • Daftar Ojek Online
  • Daftar Toko Online
  • Daftar Mobil Online
  • Jasa Pembuatan Website
  • Jasa Pembuatan Aplikasi 
  • Jasa Pasang Iklan

© 2017 – Tera Indo Pratama. All Rights Reserved.

error: Content is protected !!