Portal Berita Terkini Kebanggaan Orang Maluku

Yasinan Kebangsaan

Yasinan Kebangsaan

Opini, cengkepala.com – Malam ini di Ambon (Kamis, 09/08/2015), hujan terus menghujamkan peluru-pelurunya ke tanah Manise ini. Agak sedikit sebel, tapi hujan ialah rahmat. Why? Ternyata ada manfaatnya, akibat hujan, masyarakat Ambon tertuju pada channel TV guna menyaksikan deklarasi pencapresan dari lokasi kedua kubu.

Lagi-lagi, salju hujan yang memutihkan teluk Ambon, tak bisa serta merta menghapus emosi penyimak stasiun TV. Bak piala dunia, antusiasme masyarakat penuh bergairah hingga ke bilik-bilik cafe dan rumah kopi.

Siapakah pasangan Prabowo? Siapakah yang mendampingi Jokowi? Hanya kedua pertanyaan ini yang berseliweran pada telinga-telinga. Perjalanan panjang republik ini, tentu akan dipengaruhi oleh sikontol malam ini.

Sambil ngopi, asap-asap rokok menyandera hidung. Mumpet juga. Tetapi, mesti kita berkawan jua dengan realita sosial. Kontak sosial ternyata selaras sekata dengan konstalasi politik kita. Masyarakat dibuat takut dengan adigag para “sampah politik”, padahal seharusnya mereka harus sadar bahwa masyarakatlah yang membawa mereka ke Istana. Istana dibangun bukan untuk mereka. Istana didirikan untuk rumah rakyat. Dijaga bukan direndahin atap-atapnya demi suap-menyuap.

Hujan belum berhenti juga. Masih rintik-rintik, jalanan Ambon tak jua merintih. Sederhana, saja, jika tanah merintih atas hujaman tajamnya sang rinai, bagaimana lagi manusia yang sedang ngikut obrolan politik.

Belajarlah dari bumi, tak meringkih sekalipun. Politik itu alat. Alatnya boleh patah dan berkarat, tetapi anugerah yang diciptakan tak boleh mati rasa, apalagi mati-matian untuk memaksa sesuatu yang bukan milik kita.

Hujan di malam Jumat sayyidul ayyam ini bukan saja bercerita tentang ujung dari teka-teki pemilihan presiden 2019, melainkan ada hal yang perlu dilakukan setiap saat ketika datangnya hari berkah ini.

Apa itu? Sebagai seorang muslim. Kita dianjurkan berdoa, berdzikir dan bertilawah dengan satu niat mendapatkan keberkahan pada setiap detik waktunya hingga pagi.

Penjelasan kedudukan malam Jumat menjadi penting— bukan menganggap malam lain tidak penting—- Karena, anjuran ini baiknya dikerjakan di malam Jumat seperti memperbanyak shalawat nabi, membaca surat Yasin, Al-Jumuah, Al-Kahfi, Al-Waqiah, istighfar, dan mendoakan orang-orang beriman yang telah wafat.

Adapun hal paling urgen ialah kita senantiasa mendoakan keadaan bangsa yang sedang dibuat hirukpikuk oleh segelintir “pecundang” demokrasi. Mereka telah merusak batin-batin rakyat Indonesia. Tontonan palsu asal bapak senang, selayaknya film-film asing di mata anak kecil. Rakyat perlahan divaksin dengan suntikan kepalsuan.

Setelah itu, kita menyaksikan ‘Batman dan Superman’ berebut kuat. Lagi-lagi Black Panther tak kuasa menyelamatkan negaranya. Begitukah? Tidak juga.
Indonesia bukan Wakanda.

Hujan membuat tiarap angkutan kota. Tetapi, lagu-lagu nasionalisme terus berbunyi berdendang di tanggal-tanggal kemerdekaan. Dengungan Yasinan masih bernada di surau-surau, maka Indonesia terus ada, hari ini, esok dan selamanya.

Itu harap kami. Agar Yasinan membawa rejeki. Rejeki keadilan, kesejahteraan, kepemimpinan bangsa yang religius, humanis dan rasionalis, tidak rasis apalagi ambisius. Itu bukan karakter Indonesia.

Maka siapapun kita, doa dan ikhtiar untuk bangsa dan negara tetap terjaga dalam lisan dan amal.***

Penulis adalah, ketua umum Forum Lingkar Pena (FLP) provinsi Maluku, Muhammad Nasir Pariusemahu.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
about

Cengkepala.Com merupakan Portal Berita Terkini yang memuat berita-berita pilihan yang disediakan dalam sejumlah Rubrik.

Cengkepala.Com merupakan salah satu Service dari Tera Indo Pratama untuk  para client.

Our Service
  • Download Aplikasi Ojek Online
  • Daftar Ojek Online
  • Daftar Toko Online
  • Daftar Mobil Online
  • Jasa Pembuatan Website
  • Jasa Pembuatan Aplikasi 
  • Jasa Pasang Iklan

© 2017 – Tera Indo Pratama. All Rights Reserved.

error: Content is protected !!