Cengkepala

“Wagub Vanath Murka! Tantang Nataniel Elake Debat Terbuka Soal Tuduhan Intimidasi Pendeta

Ambon, CENGKEPALA.COM – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, meradang! Ia tak terima dengan tudingan yang dilontarkan oleh Nataniel Elake melalui postingan di Facebook pribadinya, yang menyinggung video sambutannya dalam sebuah acara di Desa Luhu. lewat postingan tersebut, Vanath seakan dituduh melakukan intimidasi dan pelecehan terhadap tiga pendeta yang pernah menemuinya di kantor.

Dengan nada geram, Vanath membantah keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya untuk memecah belah masyarakat. “Ini tidak benar! Saya tidak pernah melakukan intimidasi atau pelecehan terhadap siapapun, apalagi tokoh agama,” tegas Vanath kepada wartawan di depan Kantor Gubernur Maluku, Rabu (26/11/2025).

Vanath menjelaskan kronologis pertemuannya dengan ketiga pendeta tersebut. Menurutnya, mereka datang untuk menyampaikan permohonan bantuan keagamaan dan fasilitas kendaraan melalui PD Pancakarya. “Pembahasan berjalan baik, tidak ada tekanan sama sekali,” ujar Vanath.

Lantas, mengapa Vanath menyinggung pertemuan tersebut dalam sambutannya di Desa Luhu? Ia menjelaskan bahwa saat itu, ia ingin menyampaikan alasan mengapa permohonan bantuan para pendeta tersebut tidak dapat ia penuhi. Vanath mengaku terganjal larangan dari Gubernur Hendrik Lewerissa terkait disposisi bantuan sembako. “Saya pernah mendisposisikan proposal bantuan lebaran untuk pendukung Lawamena, tapi setelah itu saya dilarang mendisposisi bantuan sembako. Jadi, saya bingung, bagaimana mau membantu para pendeta ini?” ungkap Vanath.

Merasa “dikangkangi,” Vanath mengarahkan para pendeta untuk menghadap Gubernur. Ia menegaskan bahwa penjelasannya di Desa Luhu tidak bermaksud melecehkan para pendeta, melainkan untuk memberikan gambaran yang jujur tentang situasi yang ia hadapi.

Namun, penjelasan Vanath tampaknya tidak memuaskan Nataniel Elake, yang kemudian mengunggah postingan bernada menyindir di Facebook. Hal ini membuat Vanath naik pitam. “Saya tantang Nataniel Elake untuk bertanggung jawab atas postingannya! Jangan menggiring opini publik seolah-olah saya mempermalukan para pendeta!” seru Vanath dengan suara lantang.

Sebagai bukti keseriusannya, Vanath menantang Nataniel Elake untuk berdebat secara terbuka di hadapan publik. “Saya undang Bapak untuk berdebat! Mau melalui organisasi apapun, tempatnya dimana, saya yang bayar! Yang penting, Bapak berani datang dan menjelaskan dasar Bapak menafsirkan omongan saya secara berlebihan!” tantang Vanath.

Wagub juga menambahkan bahwa Sinode GPM (Gereja Protestan Maluku) telah menghubunginya untuk menanyakan identitas ketiga pendeta tersebut. Vanath mengaku tidak mengenal mereka dan tidak tahu dari mana asal gereja mereka. Ia menegaskan siap memberikan klarifikasi jika diminta oleh Sinode.

Di akhir pernyataannya, Vanath dengan nada tinggi menegaskan komitmennya terhadap toleransi antar umat beragama. “Jangan ajari saya soal toleransi! Saya adalah Bupati pertama di Maluku yang memberikan insentif kepada pelayan agama, termasuk saudara-saudara non-Islam!” tegas Vanath, seolah ingin membungkam semua tudingan yang dialamatkan kepadanya.(CP-01)

Views: 36