Soekarno Cup U-17 Digelar Serentak Se-Maluku, 11 Tim Berlaga di Ambon
AMBON, CENGKEPALA.COM – Liga Antar Kampung Soekarno Cup kategori U-17 resmi dimulai di Lapangan Lease, Kodaeral IX Ambon, Sabtu (16/5). Pertandingan ini berlangsung istimewa karena digelar secara serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Maluku pada waktu yang sama. Di tingkat Kota Ambon, sebanyak 11 tim dari berbagai kampung bersiap mengadu kebolehan sepak bola mereka dalam turnamen ini.
Ketua Panitia Pelaksana, M. Aris Soulisa, dalam laporannya , mengingatkan seluruh atlet bahwa turnamen ini bukan sekadar soal kemenangan, melainkan tentang pembinaan karakter dan persatuan.
“Yang ingin kami bangun di sini adalah semangat persatuan. Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan semangat juang tinggi dan tunjukkan bakat terbaik kalian. Namun ingatlah, junjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan etika olahraga. Menang atau kalah itu hal biasa,” tegas Aris.
Ia juga memohon dukungan dari para penonton agar senantiasa menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kekeluargaan. “Mari jadikan acara ini ajang kebanggaan kampung, tempat pembibitan talenta muda, serta sarana mempererat persaudaraan kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Ambon, Saidna Azhar Bin Tahir, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini di tengah situasi yang dinilai kurang kondusif bagi pembinaan olahraga. Menurutnya, kehadiran turnamen ini membuktikan masih ada pihak yang peduli dan berkorban demi generasi muda.
“Kita berkumpul di sini dari berbagai latar belakang, bukan karena kepentingan kelompok, tapi karena ingin menyatukan sepak bola. Sepak bola harus menyatukan kita, bukan memisahkan. Saya berharap ke depan, seluruh insan sepak bola di Ambon bisa bergandengan tangan, bersatu, dan saling gotong royong agar sepak bola Ambon jauh lebih baik dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Saidna Azhar.
Semetara itu Pembina Panitia Soekarno Cup Provinsi Maluku, Johan Rahantoknam, mengungkapkan konsep unik di balik turnamen ini. Ia menjelaskan bahwa Soekarno Cup dibangun dari akar rumput, dimulai dari liga kampung, bukan dari tingkat kota. Nantinya, pemain-pemain terbaik dari seluruh Maluku akan diseleksi untuk bergabung dalam satu tim perwakilan yang akan membawa nama Maluku dan Maluku Utara di ajang tingkat nasional.
“Kami sengaja menggunakan fasilitas TNI dan Polri seperti Lapangan Lease ini demi menjamin keamanan. Prinsip kami sederhana: Namanya Liga Kampung, tapi kita jangan kampungan. Artinya, bertandinglah secara olahraga, tapi jangan sampai terjadi keributan atau pertengkaran yang merusak persaudaraan,” tegas Johan.
Ia berharap dari turnamen di Kota Ambon ini lahir bibit-bibit unggul yang terpilih untuk memperkuat perwakilan wilayah di tingkat yang lebih tinggi. Sebagai informasi, dalam skema nasional, wilayah Maluku dan Maluku Utara bergabung menjadi satu perwakilan dalam kompetisi ini. Johan pun berharap dukungan terus mengalir agar talenta-talenta muda Maluku dapat bersinar dan mengangkat nama daerah di kancah sepak bola Indonesia.
Liga pun dibuka secara resmi yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Pembina Panitia Soekarno Cup Provinsi Maluku, Johan Rahantoknam, beserta pelepasan balon oleh Panitia , Walikota Ambon bersama forkopimda Kota Ambon.(CP-01)