Cengkepala

Digelar 1 Desember 2025, Festival Santa Claus Lebih dari Sekadar Perayaan Natal

Ambon, CENGKEPALA.COM– Di tengah gemerlap lampu dan persiapan perayaan akhir tahun, Pemerintah Kota Ambon menjadikan serangkaian festival bukan hanya sebagai pesta, tetapi juga sebagai pernyataan visi: menjadikan Ambon sebagai kota yang toleran, rukun, dan inklusif.

“Toleransi di Ambon bukan hanya tercermin dari perayaan keagamaan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Christian Tukloy, pada hari Jumat (21/11/2025). “Tetapi juga melalui berbagai kegiatan budaya yang memberi ruang kebersamaan bagi masyarakat dengan latar belakang berbeda.” ungkapnya.

Salah satu acara yang paling dinanti adalah Festival Santa Claus, yang tahun ini dipercayakan kepada Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM). Lebih dari sekadar perayaan Natal, festival ini dirancang untuk merangkul semua warga Ambon. Dimana Dinas Pariwisata telah menyiapkan expo UMKM, flashmob, panggung hiburan bernuansa Natal, serta acara khusus untuk anak-anak. Acara puncak dijadwalkan pada 1 Desember di Pattimura Park,Ambon.

Namun, di balik kemeriahan, ada persiapan matang yang sedang berlangsung. Pemkot Ambon tengah melakukan kurasi peserta untuk lokasi stand UMKM dan jalur kegiatan, memastikan bahwa semua elemen festival ini mencerminkan inklusivitas.

” Tidak hanya berhenti pada perayaan Natal, Pemkot Ambon juga telah mulai menyiapkan Festival Ramadan 2026. Ini adalah bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan ruang perjumpaan lintas komunita,” terangnya.

Tukloy menekankan pentingnya keterlibatan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku UMKM, komunitas musik, hingga kelompok kepemudaan.

“Kami ingin membentuk ekosistem pariwisata yang kuat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya. Dengan rangkaian festival keagamaan dan budaya yang digelar secara berkesinambungan, Pemkot Ambon menegaskan komitmennya menjadikan kota ini sebagai simbol toleransi di Indonesia Timur.

Ia mengungkapkan, melalui festival-festival ini, Ambon mengirimkan pesan yang kuat: bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan toleransi adalah fondasi kota yang inklusif dan dinamis. Apakah kota-kota lain di Indonesia dapat mencontoh pendekatan ini untuk memperkuat persatuan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.(CP-02)

Views: 14