Enam Nama Bersaing Rebut Kursi Ketua DPC PKB Kota Ambon, Tiga Kandidat Mundur
AMBON , CENGKEPALA.COM – Persaingan memperebutkan kursi Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Ambon semakin memanas. Dari sejumlah nama yang mendaftar, akhirnya ditetapkan enam kandidat yang akan melanjutkan proses seleksi lewat pelaksanaan Musyawarah Cabang PKB Kota Ambon yang berlangsung pada 12 April kemarin, sementara tiga orang lainnya memutuskan untuk mengundurkan diri.
Keenam kandidat yang lolos dan akan bersaing adalah:
1. Bahadin Karepesina
2. La Saupu
3. Befi Risakota
4. Arisal Kunubun
5. Haris Salatalohi
6. Gunawan Mochtar
Sementara itu, tiga nama yang menyatakan mundur dari pencalonan adalah Ari Sehertian, Swenli Hersepuni, dan Yopi Usmani.
Salah satu calon ketua DPC PKB Kota Ambon ,Gunawan Mochtar saat diwawancarai , Senin (13/4/26) mengatakan, setelah ditetapkan sebagai calon , proses seleksi selanjutnya akan dilaksanakan melalui tahapan Uji Kompetensi dan Kepatuhan (UKK).
Menurutnya , tahap pertama akan digelar di tingkat DPW Provinsi Maluku pada tanggal 1 hingga 14 Mei, kemudian dilanjutkan dengan UKK tahap dua yang akan dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 24 sampai 1 Juni.
Gunawan yang saat ini juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Ambon menjelaskan, bahwa mekanisme pemilihan kali ini berbeda dengan sebelumnya.
“Untuk proses kali ini, sistemnya sudah tidak lagi mengandalkan dukungan suara dari DPC. Sekarang sudah ada sistem penilaian melalui aplikasi Sipol PKB. Jadi setiap kegiatan partai, baik rutin mingguan, bulanan, maupun kegiatan reses, semuanya akan dilaporkan dan dipantau langsung oleh DPP melalui sistem tersebut. Berbagai aktivitas tersebut yang kemudian nantinya akan menjadi tolak ukur bagi DPW maupun DPP untuk menilai siapa kandidat terbaik yang layak menjadi ketua DPC, ” jelasnya.
Lebih jauh, Gunawan juga mengungkapkan alasan dirinya maju sebagai calon ketua. Menurutnya, ada keinginan kuat untuk mengubah paradigma kepemimpinan di partai.
“Dorongan utama saya ingin menjadi Ketua adalah karena saya ingin merubah cara pandang di PKB. Intinya, kita harus menjadi inklusif atau terbuka. Kita harus bisa merangkul seluruh elemen yang ada di partai, sehingga PKB bisa menjadi jauh lebih besar dan kuat di masa depan,” ujarnya.
“Saya melihat bahwa dalam kepengurusan saat ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, ke depan saya hadir untuk memperbaiki dan melengkapi kekurangan-kekurangan tersebut,” tandasnya.(CP-01)