Cengkepala

LGJI 2025 Kota Ambon Perketat Aturan dan Libatkan TNI-Polri dalam Penjurian

Ambon, CENGKEPALA.COM – Lomba Gerak Jalan Indah (LGJI) 2025 di Kota Ambon yang diigelar kali ini dengan aturan yang lebih ketat dan melibatkan unsur TNI-Polri dalam tim penilai. Ketua Panitia LGJI 2025, Rudalof Pattiasina, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengembalikan semangat dan citra positif LGJI.

“Persyaratan umum, satu barisan terdiri dari 21 anggota. Peserta tidak diperkenankan menggunakan atribut yang bertentangan dengan aturan, pemerintah, atau negara, termasuk yang berbau SARA,” ujar Rudalof pada Sabtu (13/09/2025). Ia menambahkan bahwa dari 30 barisan yang mendaftar, beberapa terpaksa ditolak karena tidak memenuhi persyaratan, terutama terkait simbol-simbol yang dilarang.

Namun, panitia memberikan pengecualian kepada regu dengan nomor peserta 033, RASTA. “Mereka sebenarnya tidak memenuhi persyaratan, tetapi nilai positifnya adalah mereka mengkampanyekan anti-narkoba. Karena itu, kami izinkan mereka ikut dengan jumlah sekitar 30 orang dalam satu regu,” jelasnya.

Rudalof menegaskan bahwa evaluasi mendalam telah dilakukan untuk menghindari sisi negatif yang muncul pada LGJI dua tahun sebelumnya. “Kami mengevaluasi sejak menerima SK (Surat Keputusan). Persiapan kami 80% adalah evaluasi dari dua tahun lalu, di mana ada sisi warna yang negatif dari event LGJI ini,” katanya.

Untuk memastikan penjurian yang adil dan transparan, panitia melibatkan institusi TNI dan Polri. “Kami memasukkan surat resmi kepada institusi TNI dan Polri, dan surat itu dijawab dengan utusan 4 dari TNI, 3 dari Polri. Sisanya, 4 orang, kami ambil dari senioritas yang selama ini tidak lagi aktif sebagai juri,” ungkap Rudalof. Beberapa nama senior seperti Lucki Anakota juga dilibatkan karena pengalamannya sejak penjurian tahun 1979.

Mekanisme penjurian juga diperketat dengan melibatkan relawan yang bertugas merekam setiap peserta dari start hingga finish. “Tahun kemarin, relawan tugasnya di jalan, tapi kali ini relawan difungsikan dengan hasil pengkajian dan evaluasi. Setiap rekaman masuk langsung di laptop,” jelasnya. Hasil rekaman visual tersebut akan dikombinasikan dengan catatan dari juri inti yang berjumlah 11 orang. Juri tidak memberikan nilai, melainkan hanya memberikan catatan.

Panitia juga bekerja sama dengan Korem 151 Binaya untuk koordinasi, terutama dalam hal keuangan totalisator. “Kami berterima kasih karena telah memfasilitasi kami. Totalisatornya nanti di sana, dan kami punya link yang kami bagi. 11 juri menentukan juara dan bisa ditonton oleh semua,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan LGJI dapat kembali pada semangat awalnya dan menjadi ajang yang positif bagi masyarakat Kota Ambon.(CP-02)

Views: 22