Cengkepala

NasDem Maluku Gelar Halal Bihalal, Sekjen Hermawi : Tidak Ada Tangga Turun untuk Nasdem

AMBON,CENGKEPALA.COM – Partai NasDem Provinsi Maluku menggelar acara Halal Bihalal dengan tema besar “Meneguhkan Silaturahim, Memperkokoh Solidaritas & Melanjutkan Semangat Restorasi, Par Maluku Pung Bae”, Rabu (8/5/2026) di Hotel Santika, Ambon.

Acara ini dihadiri langsung oleh Sekjen DPP Partai NasDem, Hermawi Fransiskus Taslim, Wakil Gubernur Maluku sekaligus Koordinator Wilayah NasDem, Abdullah Vanath, Walikota Ambon Bodewin M. Wattimena, Kepala Kanwil Kemenag Maluku H. Yamin, serta seluruh jajaran pengurus partai dan kader.


Dalam laporannya, Ketua Panitia, Abdul Kelilauw, menyampaikan bahwa acara ini menjadi momen mempererat tali persaudaraan. Ia mengingatkan perjalanan panjang NasDem yang kini telah menjadi kekuatan besar di Maluku.

“Sebelum 2014, NasDem belum ada di Maluku. Kini kita sukses besar, bahkan di Pemilu 2024 lalu kita berhasil menjadi juara 2. Target kita bukan sekadar mempertahankan, tapi naik kelas menjadi juara 1 pada 2029 mendatang,” tegasnya.

Lewat kesempatan tersebut , Sekjen DPP NasDem, Hermawi Fransiskus Taslim dalam sambutannya menekankan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan budaya bangsa yang menjadi perekat persatuan.

“Halal bihalal ini adalah tradisi khas Indonesia, bukan dari Arab atau milik agama tertentu saja. Ini cara kita menyelesaikan persoalan kebangsaan dalam masyarakat yang majemuk dan plural. Di tengah dunia yang sedang tidak baik-baik saja dan penuh konflik, Indonesia harus tetap menjaga persatuan kita,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga, termasuk kearifan lokal seperti budaya Pela Gandong di Maluku.

“Menjaga tradisi baik seperti ziarah, menghormati orang tua, dan nilai kekeluargaan adalah bagian dari jati diri kita. Hormat kepada orang tua itu berlaku seumur hidup, bahkan sampai mereka wafat. Itu yang harus kita tanamkan kepada kader,” tegasnya.

Mengenai kondisi partai, Hermawi menyatakan NasDem Maluku kini semakin kokoh dengan masuknya tokoh-tokoh baru, termasuk Wakil Gubernur Abdullah Vanath yang kini dipercaya memegang kendali strategis di tingkat pusat.

“Struktur kita semakin kuat. Partai ini terbuka untuk semua, tanpa melihat asal daerah, terutama bagi anak-anak muda yang punya energi baru. Ingat, di NasDem tidak ada istilah ‘tangga turun’, yang ada hanya bertahan atau terus naik. Posisi kita sudah besar, maka sikap dan tindakan kader harus dijaga, terutama di media sosial yang bisa menjadi pedang bermata dua,” pesannya.

Hermawi juga mengingatkan bahwa komunikasi tatap muka jauh lebih penting daripada sekadar pesan digital.

“Silaturahmi itu fondasi utama. Jangan sampai teknologi memisahkan kita. Bertemu langsung, bersalaman, dan berjabat tangan itu yang memperkuat hati dan solidaritas,” tambahnya.

Sementara itu , Wakil Gubernur Maluku , Abdullah Vanath yang mewakili Gubernur Maluku , Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi tinggi dan pesan penting tentang kedamaian.

“Atas nama Pemerintah Provinsi, kami mengapresiasi komitmen NasDem yang terus mengawal pembangunan. Syukur kita bisa melewati masa-masa keagamaan dengan aman dan lancar. Momentum ini sangat penting untuk memperkuat harmoni agar masyarakat tidak mudah terprovokasi berita hoaks,” ucap Vanath.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi bersama Forkopimda dan FKUB terus bekerja keras menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan umat beragama.

“Kita tahu kondisi fiskal saat ini, baik APBN maupun APBD, sedang sangat terbatas. Tantangan global juga mempengaruhi kita. Tapi kita pernah melewati masa sulit seperti pandemi, dan kita berhasil. Itu modal kita untuk bangkit lagi,” jelasnya.

Yang menjadi sorotan utama adalah pesan tentang bahaya perpecahan. Vanath mengajak semua pihak, termasuk partai politik, untuk belajar dari sejarah kelam tahun 1999.

“Saya mengutip pesan Bapak Gubernur: Ingatlah dampak konflik tahun 1999 yang membuat ekonomi dan pendidikan kita mundur puluhan tahun. Generasi muda sekarang banyak yang tidak mengalaminya, maka tugas kita untuk mencerahkan mereka agar tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.

Ia menegaskan, demokrasi harus berjalan sehat dan bermartabat.

“Ruang demokrasi itu luas, silakan berkompetisi merebut hati rakyat. Tapi jangan pernah menebar benih-benih perpecahan. Politik boleh berbeda, tapi persaudaraan dan kedamaian Maluku harus tetap di atas segalanya. Mari kita jaga Maluku Pung Bae,” pungkas Wagub.

Acara yang penuh keakraban ini ditutup dengan sesi ramah tamah dan doa bersama.(CP-01)

Views: 31