Ketua Komisi I DPRD Ambon Soroti Pengawasan dan Pelayanan Indomaret
AMBON, CENGKEPALA.COM – Pasca beredar rekaman video dan sempat viral di media sosial , yang memperlihatkan kelakuan tidak pantas seorang karyawan Indomaret di wilayah Kota Ambon dan menuai kecaman luas dari masyarakat, kini menjadi perhatian serius kalangan legislatif daerah.
Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Muhammad Aris Sugiharto Soedarsono Soulisa, menilai peristiwa ini membuka pandangan mengenai lemahnya pengawasan serta perlunya peningkatan kualitas pelayanan dan kedisiplinan pegawai di sejumlah gerai milik PT Indomarco Prismatama.
Saat dikonfirmasi CENGKEPALA.COM, Selasa (30/62026), Aris menegaskan bahwa perbuatan yang dilakukan karyawan tersebut sama sekali tidak dapat dibenarkan, karena mencederai nilai kesusilaan. Menurutnya, waktu dan kesempatan saat bertugas seharusnya dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan pelayanan bagi pembeli , bukan melakukan perbuatan konyol yang justru menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan publik.
“Peristiwa ini menjadi peringatan nyata bagi pihak pengelola perusahaan untuk memperketat sistem pengawasan di lapangan, sekaligus memperkuat pembinaan karakter dan etika kerja bagi seluruh pegawai. Sikap serta perilaku setiap petugas saat bekerja adalah cerminan langsung dari tempatnya bernaung, sehingga hal ini wajib dijaga dan ditingkatkan kualitasnya,” tegasnya.
Selain masalah perilaku dan pengawasan, Politisi Asal PDI-P itu juga mengamati masih terdapat kekurangan dalam penerapan standar pelayanan kepada masyarakat di berbagai titik gerai. Salah satu contoh yang paling terlihat adalah pada bagian kasir, di mana sering kali hanya dilayani satu petugas saja meskipun tersedia dua meja pelayanan yang lengkap fasilitasnya. Kondisi ini kerap membuat antrean pembeli memanjang, waktu tunggu menjadi lebih lama, dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga yang berbelanja. Hal ini juga mengindikasikan bahwa Prosedur Operasi Standar atau SOP yang telah ditetapkan belum berjalan sepenuhnya sebagaimana mestinya.
“Hal sederhana seperti kelancaran pelayanan di meja kasir sangat menentukan penilaian masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan. Kami meminta pihak perusahaan memastikan setiap titik pelayanan beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku, agar masyarakat dapat terlayani dengan cepat, tepat, dan tertib. Pengawasan langsung serta pembinaan rutin terkait sikap kerja dan rasa tanggung jawab pegawai harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu Terkait kasus yang memicu sorotan ini diketahui , pelaku yang bernama Rendy Glen Pattipelohy telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui pernyataan tertulis dan rekaman video yang disebarkan ke masyarakat. Ia mengakui sepenuhnya kesalahan perbuatannya, menyatakan tindakan itu murni kekhilafan pribadi, serta memohon maaf kepada korban, keluarga korban, seluruh masyarakat Ambon, dan pihak perusahaan karena telah mencoreng nama baik tempatnya bekerja.(CP-01)