Tuamain Soroti Masalah Pendidikan dan Kesehatan di Pulau Lakor
Ambon, CENGKEPALA.COM – Anggota DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Korneles Tuamain, mengungkapkan sejumlah permasalahan mendesak yang perlu segera ditangani oleh Pemerintah Daerah (Pemda) di Kecamatan Pulau Lakor. Hal ini disampaikan dalam wawancara pada hari Selasa (26/8/25), setelah melaksanakan reses beberapa waktu lalu.
Sebagai politisi dari Partai Nasdem yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) I Kabupaten MBD, Korneles menyoroti sektor pendidikan dan kesehatan sebagai isu utama yang membutuhkan perhatian serius.
“Setelah melakukan reses beberapa hari, ada beberapa masalah yang menjadi sorotan dan butuh penanganan serius dari Pemda. Yang paling menonjol adalah soal pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.
Di bidang kesehatan, Korneles menyoroti kompleksitas masalah yang ada, mulai dari distribusi obat-obatan yang hampir kedaluwarsa saat tiba di lokasi, hingga proyek pengadaan inventaris yang tidak jelas.
“Soal obat-obatan itu masalahnya sangat kompleks, distribusinya hampir kedaluwarsa baru tiba di sana. Lalu kemudian ada proyek pengadaan inventaris yang tidak jelas, pengadaannya asal-asalan, belum sampai satu tahun inventaris sudah rusak dan tidak bisa digunakan. Padahal anggarannya sampai delapan ratusan juta, tetapi pengadaan modelnya seperti itu,” ungkapnya.
Korneles meminta Bupati untuk memanggil Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) agar meninjau masalah ini dengan baik. Selain itu, ia juga menyoroti tata letak Puskesmas di Pulau Lakor yang tidak maksimal, menyebabkan jarak tempuh dari beberapa desa ke Puskesmas menjadi jauh.
“Jaraknya tidak baik, sehingga kadang orang berobat ke Puskesmas itu mengeluh, kadang ada yang melahirkan di tengah jalan karena sudah telat menuju Puskesmas,” tambahnya.
Di sektor pendidikan, Korneles menyoroti infrastruktur yang tidak memadai dan kurangnya tenaga guru di Kecamatan Pulau Lakor. Kondisi ini menyebabkan kualitas pendidikan di tingkat SD hingga SMP menjadi terabaikan.
“Dari sisi infrastruktur tidak maksimal sama sekali, kemudian dari sisi ketersediaan tenaga guru juga masih jauh dari harapan, sehingga anak-anak di Kecamatan Pulau Lakor dari tingkat SD-SMP kualitas pendidikannya menjadi amburadul. Ada anak SD di Lakor yang tidak bisa naik kelas karena memang tidak bisa dipaksakan,” jelasnya.
Korneles meminta Bupati untuk mengevaluasi kinerja Kadiskes dan Dinas Pendidikan. Ia menekankan bahwa Kecamatan Pulau Lakor, yang berada di dekat ibu kota Kabupaten MBD, seharusnya tidak luput dari perhatian dan menjadi penyangga ibu kota kabupaten.
“Mestinya Kecamatan Pulau Lakor tidak luput dari perhatian, dia menjadi penyangga ibu kota kabupaten, sehingga wajib diperhatikan oleh Pemda,” tegasnya.
Selain itu, Korneles juga menyoroti masalah dokter di Kecamatan Pulau Lakor yang tidak terintegrasi dengan BPJS, sehingga pelayanan yang diberikan tidak dihargai. Pembangunan Puskesmas di Sera, Kecamatan Pulau Lakor, juga menjadi perhatiannya.(CP-01)