Cengkepala

Pelantikan DPD GMNI Maluku, Watubun: Jangan Hanya Formalitas, Ciptakan Kader Pemimpin Bukan Pengikut  

AMBON,CENGKEPALA.COM – Momen pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Maluku Periode 2025-2027 berlangsung khidmat di Lantai V Kantor DPRD Provinsi Maluku, Selasa (28/4/2026). Acara ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM).

 

Pada kesempatan tersebut ,  Benhur G. Watubun selaku Alumni GMNI Maluku menyampaikan pesan mendalam kepada kader baru. Ia mengawali dengan refleksi filosofis tentang makna kemerdekaan.

“Kita sebagai insan Pancasila tentu memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Namun, kita harus jujur mengakui bahwa sampai hari ini kita belum sepenuhnya merdeka secara menyeluruh. Masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, masih ada orang yang berkeluh kesah, terpinggirkan, dan kemiskinan yang masih terjadi di mana-mana. Jadi, kalau kita berteriak ‘Merdeka’, itu harus bermakna nyata ketika semua sudah terbebas dari belenggu-belenggu tersebut,” ujar Watubun.

Watubun menegaskan bahwa GMNI lahir bukan hanya sebagai bentuk keprihatinan, tetapi sebagai momentum penting untuk meletakkan dasar nasionalisme di tengah tantangan zaman. Sebagai alumni yang pernah menjabat sebagai Ketua Cabang periode 2001-2003, Watubun mengingatkan agar pelantikan ini tidak sekadar menjadi formalitas belaka.

“Selamat kepada teman-teman semua. Namun saya berpesan, pelantikan ini jangan hanya menjadi ‘lipstik’ atau formalitas organisasi semata. Lebih dari itu, saudara harus menunaikan tugas-tugas konstitusional sebagai pimpinan, mengayomi, dan membangun organisasi secara baik. Jangan menciptakan pengikut, tapi ciptakanlah kader-kader yang mampu menjadi dewasa, menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang akan menggantikan kita kelak, untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera,” tegasnya.

Watubun selaku Ketua DPRD Provinsi Maluku juga berharap melalui pelaksanaan Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM), para kader tidak hanya mencerdaskan diri dengan nilai-nilai Pancasila dan Marhaenisme, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata. Merdeka tidak boleh hanya menjadi jargon di atas kertas atau di atas pohon, tetapi harus mendarat dalam praktek bernegara dan kehidupan sosial.

Lebih lanjut, Watubun menyoroti tiga hal penting. Pertama, GMNI harus bersikap kritis namun konstruktif. Kritik adalah vitamin bagi penyelenggara negara untuk memperbaiki kinerja. Kedua, GMNI harus berpihak kepada rakyat, bukan netral atau independen yang tanpa arah. Ketiga, pentingnya menjaga hubungan harmonis antara kader aktif dengan para alumni.

“GMNI harus kritis yang konstruktif. Saudara punya tugas mengkritisi pemerintah dan penyelenggara negara, karena itu adalah vitamin yang baik. Ingat, kita tidak independen kosong, kita berpihak kepada rakyat. Jangan setelah kritik lalu minta visi, carilah visi itu sendiri karena kita punya idealisme,” tambahnya.

Menyikapi tema besar organisasi, Watubun menekankan pentingnya semangat maritim dan kedaulatan wilayah. Mengingat Maluku adalah daerah kepulauan, GMNI harus berperan aktif memperjuangkan kedaulatan laut dan mencegah eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan yang merugikan rakyat.

“Kita bicara maritim, berarti GMNI harus memperjuangkan rintihan rakyat. Pulau ini kecil, jika dieksploitasi secara sembarangan akan rusak. Kedaulatan laut dan kondisi maritim harus kita perjuangkan untuk kesejahteraan rakyat. Di situlah letak filosofi maritim kita,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Watubun berharap kepengurusan baru mampu beradaptasi dengan tantangan zaman, termasuk arus informasi digital dan dinamika geopolitik. Ia juga meminta agar konsolidasi tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga mempererat hubungan dengan alumni di mana pun berada demi kekuatan organisasi.

“Kita berharap sinergi ini menjadi spirit baru. GMNI harus tampil menyuarakan aspirasi, mendukung sekaligus mengkritisi pemerintah secara positif. Mantap ideologi, mantap organisasi, mantap kader, itulah yang paling penting,” pungkasnya. (CP-01)

 

Views: 2