Cengkepala

Welem Kurnala: AMX 2026 Tonggak Sejarah Otomotif Menuju PON  

AMBON, CENGKEPALA.COM – Keberhasilan penyelenggaraan Ascart Modified Expo (AMX) 2026 menuai pujian dari berbagai kalangan, termasuk Ketua DPW Partai Perindo Maluku, Welem Daniel Kurnala. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar kontes biasa, melainkan momen langka yang lahir dari keseriusan penggagasnya, Patrick Moenandar, untuk memajukan dunia otomotif di Maluku ke arah yang lebih profesional.

“Ini adalah kegiatan yang langka. Keberadaannya tidak terjadi begitu saja, melainkan buah dari keseriusan Bung Patrick Moenandar yang benar-benar memiliki visi untuk melihat otomotif di Maluku terus tumbuh dan berkembang. Tanpa komitmen kuat, acara sebesar ini sulit terwujud,” ujar Welem saat meninjau langsung pelaksanaan AMX 2026 hari kedua di Taman Budaya Karang Panjang, Minggu (17/5/26).

Politisi yang juga sangat memperhatikan pengembangan potensi daerah ini memiliki pandangan jauh ke depan. Baginya, standar pelaksanaan AMX harus terus ditingkatkan, bahkan dirancang ulang agar tidak hanya dikenal di tingkat provinsi, melainkan mampu mengundang peserta dari seluruh Indonesia.

“Harapan saya, ke depannya kegiatan ini jauh lebih baik, lebih besar skalanya, dan lebih tinggi kualitasnya. Kita tidak boleh puas di tingkat Maluku saja, tapi harus mulai berpikir bagaimana merancang konsep agar nanti menjadi ajang nasional yang pusat pelaksanaannya ada di sini, di tanah Maluku,” tegasnya.

Welem juga menekankan efektivitas penyelenggaraan. Menurutnya, Kota Ambon layak menjadi satu-satunya pusat kegiatan otomotif berskala besar, di mana seluruh kabupaten dan kota cukup menyalurkan partisipasi mereka ke ibu kota provinsi.

“Tidak mungkin kita mengadakan kegiatan serupa di setiap kabupaten atau kota. Jadi, konsepnya terpusat di Ambon, dan teman-teman dari daerah lain datang berkompetisi di sini. Ini akan menjadi agenda rutin tahunan yang terus bergilir, sehingga ekosistem otomotif kita tetap hidup dan dinamis setiap saat,” jelasnya.

Peran Patrick Moenandar pun disorot khusus oleh Welem. Ia berharap sosok Patrick dapat menjadi teladan dan panutan bagi seluruh penggiat otomotif di Maluku, berkat kemampuannya menyatukan berbagai elemen dalam satu wadah kegiatan yang positif.

“Bung Patrick harus menjadi panutan kita semua. Cara beliau mengelola kegiatan ini menunjukkan bahwa ada cara cerdas dan berkelas dalam menyalurkan hobi. Semangat ini yang harus ditularkan ke komunitas-komunitas lain,” tambahnya.

Tidak hanya bicara soal kemeriahan acara, Welem juga menginginkan perubahan mendasar dalam sistem penilaian dan kualitas karya. Ia mengajak agar tenaga-tenaga ahli dan mekanik profesional lokal lebih dilibatkan, sehingga penilaian tidak hanya melihat tampilan luar kendaraan, tetapi juga kualitas teknis mesin dan pengerjaan.

“Saya ingin mengajak, mari libatkan tenaga profesional dari sini. Jangan hanya kontes penampilan, tapi mesin dan kualitas kerja juga harus dinilai. Dampaknya luar biasa: akan lahir mekanik-mekanik hebat, tukang cat yang berkualitas, dan penggiat yang benar-benar ahli. Ini cara kita membangun industri kreatif otomotif dari hulu ke hilir,” ungkapnya.

Poin paling strategis yang disampaikan Welem adalah masa depan otomotif Maluku di kancah olahraga nasional. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti AMX memiliki potensi besar untuk diakui secara resmi, bahkan masuk ke dalam cabang kompetisi Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Langkah awal ini sangat penting. Apa yang kita bangun hari ini, nantinya akan menjadi fondasi agar otomotif Maluku bisa masuk ke peta kompetisi resmi, termasuk PON. Kalau fondasinya kuat dari sekarang, mimpi besar itu pasti bisa terwujud,” pungkas Welem penuh optimis.(CP-01)

Views: 0