Nb : Sebagian teks berita menggunakan Dialeg Ambon
AMBON ,CENGKEPALA.COM – Publik Maluku kembali digegerkan dengan skandal dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum DPD KNPI Maluku berinisial (CR). Kali ini, pengakuan mengejutkan datang dari perempuan berinisial DT, yang mengaku telah menghidupi CR selama empat tahun, namun justru dikhianati secara menyakitkan.
Dengan nada emosional, DT yang mengakui memiliki hubungan khusus dengan CR, membongkar bagaimana dirinya menjadi tulang punggung kehidupan CR selama ini.
“Beta yang kerja, Beta yang biayai dia. Dari makan, pakaian, sampai barang mahal, semua Beta yang tanggung. Dia tinggal pakai untuk tampil di luar,” ungkap DT dengan mata berkaca-kaca, Kamis (2/3/26).
Ia bahkan merasa apa yang diberikan justru digunakan CR untuk menarik perhatian perempuan lain. “Dia pakai semua dari Beta untuk gaya dan tipu Beta. Itu yang Beta seng bisa terima,” tegasnya.
Kekecewaan DT memuncak setelah menemukan dugaan hubungan terlarang antara CR dan seorang perempuan yang disebut sebagai dosen di Ambon sekaligus istri anggota polisi. “Selama ini dong datang di rumah bilang saudara. Beta percaya. Ternyata di belakang Beta, dong dua ada hubungan,” bebernya. DT mengaku merasa dipermalukan, terlebih hubungan tersebut diduga bukan baru terjadi. “Dari dulu isu ini su ada. Dong bantah. Tapi sekarang Beta lihat sendiri buktinya,” katanya.
Aset Diduga Digelapkan dan SIDI Diam-Diam
Tak hanya soal perselingkuhan, DT juga mengungkap dugaan penguasaan sejumlah aset miliknya oleh CR. Ia menyebut uang Rp 15 juta dalam ATM, satu unit motor, serta iPhone 17 Pro Max sempat dikuasai.
“Beta seng minta semua yang Beta pernah kasih, Yang penting Beta ambil kembali yang memang Beta punya: uang Rp 15 juta, satu motor, deng iPhone 17 Promax,” ujarnya.
Menurutnya, jika tidak segera bertindak, seluruh aset tersebut bisa saja hilang. “Kalau Beta terlambat, mungkin su habis. Dia su rencana jual barang-barang itu,” katanya khawatir.
Fakta lain yang membuat DT terpukul adalah tindakan CR yang diam-diam mengikuti prosesi SIDI tanpa sepengetahuannya, padahal mereka telah empat tahun tinggal serumah.
“Empat tahun katong hidup satu rumah, bukan hubungan biasa. Tapi dia bisa sembunyi pigi SIDI dengan perempuan lain,” ucap DT kecewa. Ia bahkan menuding perempuan selingkuhan CR berperan besar dalam proses tersebut. “Yang urus dia ikut SIDI itu perempuan itu. Yang antar ke gereja juga dia. Beta di rumah tapi seng tahu apa-apa,” ungkapnya.
Ironisnya, dua hari sebelum acara syukuran SIDI tersebut, CR disebut sempat meminta uang dari DT. “Dia minta uang untuk syukuran. Beta seng mau kasih, tapi karena Beta liat Dia dan mamanya su menangis memohon, ya sudah Beta pikir itu hal baik. Ternyata Beta dimanfaatkan lagi,” ujarnya dengan nada pahit.
Konflik di Depan Umum dan Dugaan Kekerasan
Konflik keduanya memuncak di depan umum saat DT berusaha mengambil kembali uang, HP, dan motornya di kawasan depan Bank BRI. Alih-alih menyelesaikan baik-baik, DT mengaku dimaki oleh CR. “Beta cuma mau ambil barang Beta, tapi dia maki Beta di depan orang banyak. Itu Beta rasa sangat memalukan,” tuturnya.
DT juga mengaku mengalami dugaan kekerasan selama menjalin hubungan tersebut. “Beta sering dipukul. Beta tahan lama, tapi sekarang Beta seng bisa lagi diam,” katanya. Ia mengaku datang mengambil barang dengan didampingi kerabat yang merupakan anggota polisi karena merasa tidak aman. “Beta takut kalau sendiri,” tambahnya.
Lebih lanjut, DT membongkar rencana CR yang diduga hendak menjual salah satu motor miliknya untuk biaya keberangkatan ke Jakarta pada 17 April mendatang. “Motor itu Beta punya, tapi dia mau jual untuk ongkos pigi Jakarta. Untung Beta su amankan duluan,” ujarnya.
Sorotan Terhadap Organisasi Kepemudaan
Kasus ini kembali menguatkan isu lama yang sempat viral sebelumnya namun dibantah oleh pihak terkait. Kini, pengakuan DT membuat publik semakin yakin ada yang disembunyikan. Sorotan tajam pun mengarah pada posisi CR sebagai figur organisasi kepemudaan. Banyak pihak menilai kasus ini mencoreng moral dan integritas lembaga. “Kalau benar, ini sangat memalukan. Figur publik harusnya jadi contoh, bukan bikin skandal,” kata seorang pemerhati sosial yang enggan namanya disebutkan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CR belum memberikan klarifikasi resmi atas berbagai tudingan tersebut. Publik pun mendesak adanya evaluasi terhadap posisi yang bersangkutan.(CP-01)
