Portal Berita Terkini Kebanggaan Orang Maluku

Demam FaceApp Melanda Netizen
Faceapp CP

Demam FaceApp Melanda Netizen

Cengkepala.Com, Belakangan ini, pengguna smartphone di seluruh dunia termasuk di pengguna aktif sosial media seperti Facebook dan Instagram, beramai-ramai mengunggah foto wajahnya yang terlihat jauh lebih tua dari sebenarnya. Tentu saja, foto itu bukanlah asli, melainkan efek dari aplikasi FaceApp yang sedang viral lewat tantangan #AgeChallenge.

Ramainya penggunaan FaceApp secara global, membuat pemerintah AS was-was soal privasi data pengguna yang bersangkutan. Senator AS Chuck Schumer bahkan meminta Biro Investigasi Federal (FBI) dan Komisi Perdagangan AS (FTC) untuk menyelidiki aplikasi tersebut. Kekhawatiran Schumer didasarkan pada negara asal sang aplikasi. FaceApp dikembangkan oleh perusahaan asal Rusia bernama Wireless Lab. “Saya meminta FBI untuk melihat apakah data pribadi yang diunggah oleh jutaan orang di AS ke FaceApp akan berpindah tangan ke pemerintah Rusia, atau entitas yang terafiliasi dengan pemerintah Rusia,” tulis Schumer.

Schumer juga menyoroti ketentuan layanan FaceApp yang dinilai bisa mengelabui pengguna soal keamanan data pribadi yang dikumpulkan dan siapa saja yang bisa mengaksesnya. Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh Komite Nasional Demokrat (DNC). Chief Security Officer Bob Lord bahkan meminta semua pejabat DNC untuk menghapus aplikasi tersebut di ponselnya. “Tidak jelas apa risiko privasi yang akan dihadap. Tapi yang jelas, menghindari aplikasi memberikan manfaat lebih besar ketimbang risikonya,” kata Lord.

DNC sendiri memang pernah mengalami pengalaman buruk berkaitan dengan pemerintah Rusia. Pada 2015 dan 2016, jaringan komputer DNC pernah dibobol hacker. Beberapa hli keamanan siber dan pemerintah AS menuding pemerintah Rusia adalah dalangnya. Dirangkum KompasTekno dari TechCrunch, Jumat (19/7/2019) FaceApp sendiri telah mengetahui adanya kekhawatiran tersebut dan mengatakan bahwa data pengguna tidak akan dikirim ke Rusia.

Meskipun tim riset dan pengembangan inti berada di Rusia, data pengguna tidak akan ditransfer kesana. Kebanyakan gambar dihapus dari server kami dalam 48 jam setelah diunggah,” jelas FaceApp. “Kami juga tidak menjual atau memberikan data pengguna kepada pihak ketiga,” lanjut FaceApp. FaceApp menggunakan server AWS dan Google Cloud untuk penyimpanan data.

Sekedar informasi bagi para pengguna Aplikasi FaceApp khususnya di Maluku, Foto yang diunggah ke aplikasi disimpan di server perusahaan untuk penerapan filter, namun itu sifatnya sementara dan akan segera dihapus. Pihak FaceApp mengaku bersedia menerima permintaan pengguna yang ingin menghapus foto mereka dari servernya. Namun kalau merasa tidak aman tapi masih mau menggunakan aplikasi FaceApp, ada baiknya cukup memakai foto yang diambil langsung dengan kamera ponsel, bukan yang diambil dari galeri gambar, sehingga akses untuk Aplikasi FaceApp hanya diberikan ke kamera ponsel pengguna.

FaceApp kali pertama diluncurkan pada 2017. Pengguna bisa memanfaatkan aplikasi ini secara gratis tiga hari pertama. Selanjutnya, mereka dikenai biaya berlangganan jika ingin menggunakan semua fitur yang ada. Meski belum lama dirilis, aplikasi digital FaceApp terbilang sangat populer. Aplikasi digital ini tercatat telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Google Play Store. Bahkan, masuk dalam jajaran aplikasi terbaik di App Store dan Play Store pada 2017 serta mendapat badge Editor’s Choice dari Google.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
about

Cengkepala.Com merupakan Portal Berita Terkini yang memuat berita-berita pilihan yang disediakan dalam sejumlah Rubrik.

Cengkepala.Com merupakan salah satu Service dari Tera Indo Pratama untuk  para client.

Our Service
  • Download Aplikasi Ojek Online
  • Daftar Ojek Online
  • Daftar Toko Online
  • Daftar Mobil Online
  • Jasa Pembuatan Website
  • Jasa Pembuatan Aplikasi 
  • Jasa Pasang Iklan

© 2017 – Tera Indo Pratama. All Rights Reserved.

error: Content is protected !!